Rabu, 29 Juni 2011

Cara Hack Facebook

Mungkin seharusnya cara ini gak boleh diposting karena sifatnya merugikan orang! tapi buat agan-agan semua saya kasih deh cara Hack Password Facebook. Sebenarnya banyak sekali Cara Hack Facebook atau Cara Hack Password Facebook, kali ini ada 3 cara Hack yang akan saya coba share untuk sahabat blog dofollow, Semoga tips dibawah ini bermanfaat ya.

Berikut ini adalah 3 Cara hack Facebook terbaru:
- Menggunakan FacebooZ
- Menggunakan Keylogger
- Menggunakan Social Attack

- Menggunakan FacebooZ
Hack facebook menggunakan FacebooZ adalah cara hack facebook yang cukup rumit , untuk cara hack facebook menggunakan FacebooZ , anda harus mempunyai program internet berupa software Java dari Sun Microsystem dan Framework minimal edisi 2.0 , bila di komputer anda tidak terpasang software ini , cobalah untuk melakukan cara hack facebook menggunakan FacebooZ ini di warnet , bila masih tidak ada fasilitas java dan Frameworknya , maka ikuti langkah langkah yang ada di bawah ini untuk cara hack facebook menggunakan FacebooZ.

Untuk Java :

1. Buka Alamat Web http://jdl.sun.com/webapps/getjava/BrowserRedirect?locale=en&host=www.java.com:80

2. Download Penginstall Java Tersebut ke Komputer anda , tetapi bila anda menemukan tulisan seperti di bawah ini , berarti anda tidak perlu menginstallnya lagi:

Verifying Java Version
Congratulations!
You have the recommended Java installed (Version - Update --).

If you want to download Java for another computer or Operating System, see all Java downloads here.

To find out if Java is working on your system please visit:
Test your Java Virtual Machine (JVM)

3. Install Program Java tersebut di komputer anda.

Untuk FrameWork :

1. Buka Alamat Web ,http://www.microsoft.com/downloads/en/confirmation.aspx?familyId=0856eacb-4362-4b0d-8edd-aab15c5e04f5&displayLang=en

2. Download FrameWork

3. Install program tersebut di komputer anda

Setelah mempersiapkan semua persiapan tadi , saatnya untuk ngopi menjalankan cara hack facebook menggunakan :D FacebooZ. Untuk menggunakan FacebooZ , silahkan ikuti langkah langkah di bawah ini.

1. Download Facebook di

http://www.ziddu.com/download/6202817/Groundfacebook.rar.html
dan
http://www.ziddu.com/download/6202880/Document1.pdf.html

2. Gunakan FacebooZ dengan bijak mengextract file zip tersebut , kalau anda belum punya WinZip silahkan cari di google dengan kata kunci "WinZip gratis atau Free WinZip" .Maaf untuk link untuk download WinZip ini tidak disediakan berhubung saya capek :D

3. Klik File yang bernama facebooZ.jar, kalau sudah memenuhi 2 syarat penggunaan cara hack facebook menggunakan facebooZ , lihat di atas

4. Maka akan tampil program FacebooZ , lalu anda kira kira sendiri, buka notepad , diisikan dengan kata kunci dari kamus indonesia-inggris dan data data si korban , misalkan di notepad diisikan tanggal lahir , alamat , hobi dan lain lain , lihat saja tulisan di bawah ini.

17 Agustus 1945 (merdeka !)
Jalan Di Hack Nomor 666 , Perumahan Nge Hack Gile Ajib !
Mancing,Hack Orang,Nungging Jangan Ditiru , Bahaya !

Makanan
Minuman
Berlari
Bekerja
Bermain
Eating
Drinking
Running
Playing

Lalu save dengan nama password.txt

5. Tunggu Hasilnya , hasilnya agak lama tapi cobalah untuk bersabar dengan cara hack facebook yang satu ini :D

- Menggunakan Keylogger
Cara hack facebook yang satu ini juga termasuk sulit dalam pengoperasiannya tapi cara hack facebook ini sangat efektif dan dapat memberikan anda banyak password selain password facebook , untuk menjalankan cara hack facebook ini langsung saja ikuti langkah langkah di bawah ini :

Download Perfect Keylogger di blazingtools.com .Perfect keylogger bisa berjalan pada Windows 95, NT4, 98, Me, 2000, XP, Server 2003/2008, Vista. Serta internet Explorer 5.0 atau yang terbaru.

Untuk membuktikan kehebatan perfect keylogger, berikut ini langkah-langkahnya :

1. Jalankan file setupnya

2. Ketika dalam proses instalasi anda akan diminta memasukan nama panggilan untuk perfect keylogger, ini juga kelebihan perfect keylogger. Dengan begini maka perfect keylogger lebih dapat tersamarkan keberadaanya.

3. Setelah itu anda diminta untuk menentukan keberadaan instalasi program perfect keylogger ini, apabila anda menaruh di tempat-tempat yang lebih dalam di folder WINDOWS maka ini juga dapat menghindari perfect keylogger ketahuan. Dan dalam bagian proses instalasi ini terdapat jenis instalasi perfect keylogger, apakah anda ingin menginstall secara regular atau stealth. Apabila anda menginstall Stealth maka yang akan di install hanya mesin programnya saja tanpa file Help dan Uninstaller.

4. Karena softwae ini adalah versi trial, jadi hanya berlaku 5 hari saja. Untuk bisa menggunakan dalam jangka waktu panjang, anda harus membeli serial numbernya. Meski demikian, semua fitur dalam versi trial ini sudah terbuka dan cukup untuk membuktikan kecanggihannya.

5. Klik Continue Evaluation untuk melanjutkan dengan Demo version ini. Lalu akan terbuka programnya. Untuk melihat properti dan settingan dari keylogger ini anda dapat lihat di pojok kanan bawah monitor anda.

6. Klik kanan logo tersebut dan akan muncul pop up menu dari perfect keylogger. Pilih menu Option untuk melihat dan men-setting keylogger-nya.

7. Pertama-tama kita set terlebih dahulu Hotkeys untuk memanggil Perfect Keylogger, secara default kombinasi tombol Ctrl+Alt+L dipakai untuk memanggil Perfect Keylogger. Untuk lebih aman anda atur sendiri kombinsai tombol tersebut. Lalu setting Invisibility untuk mengatur kesamaran keylogger.

8. Lalu kita lihat menu Logging, disini dapat anda set objek/hal apa saja yang anda ingin rekam dalam keylogger ini. Lalu anda dapat menset password keylogger ini supaya tidak ada orang lain yang dapat mengakses keylogger ini selain anda.

9. Hasil logging terhadap hentakan keyboard dapat dilihat dengan akses pop up menu tadi dalam jendela Log Viewer.

10. Lalu di dalam menu Screenshots, anda dapat menset settingan Perfect Keylogger untuk merekam screenshot komputer korban. Disini dapat di setting waktu, kualitas gambar, ukuran gambar dan screenshots ketika adanya hentakan pada tombol mouse.

11. Di menu E-mail, anda dapat mengatur laporan log Perfect Keylogger untuk dikirimkan ke email anda. Disini anda dapat men-set waktu pengiriman, log apa saja yang akan dikirim, besar limit file dan lainnya.

12. Dalam tab Delivery anda diharuskan mengisi form yang disediakan sebagai syarat dalam pengiriman file ke email anda. Perfect Keylogger hanya bisa mengirim file ke email yang memiliki smtp dan fasilitas POP3 jadi hotmail dan yahoo tidak bisa digunakan. Untuk lebih mudahnya, sebaiknya gunakan email telkomnet atau plasa karena setting pop3 dan smtp untuk keduanya sangat mudah. Pada kotak isian smtp, isilah dengan “smtp.telkom.net” tanpa tanda kutip.

13. FTP akses pun perlu apabila port 80 ataupun 25 ditutup, supaya jaga-jaga file anda tidak terkirim. Di tab Delivery anda harus menset alamat FTP dan user password maupun direktori FTP tersebut.

14. Remote Installation. Menu ini adalah keunggulan lainnya dari Perfect Keylogger, karena Perfect Keylogger akan membentuk sebuah executable file yang digabungkan dengan file apapun. Jadi lebih mirip trojan yang dibungkus file gambar. Perlu diingatkan file remote executable yang telah terbentuk tadi terbentuk dengan settingan Perfect Keylogger anda pada awal tadi.

15. Ketika anda masuk ke menu dimana anda diminta untuk memilih sebuah file untuk di kombinasikan dengan Perfect Keylogger remote exe.anda dapat men-set juga tanggal uninstalisasi apabila anda ingin menghilangkan keylogger tersebut di komputer korban pada waktu tertentu. Untuk kombinasi file lebih baik menggunakan gambar agar korban tidak curiga. Dan isikan juga lokasi folder instalasi keylogger di komputer korban nantinya.

16. File remote pun terbentuk. Silahkan tes remote file tadi. Pengetesan sebaiknya dilakuan pada Vmware ataupun Virtual PC agar anda tidak menjadi korban. Perlu diingatkan file remote executable yang telah terbentuk tadi terbentuk dengan settingan Perfect Keylogger anda pada awal tadi.

17. Perfect Keylogger tidak terdeteksi Remove program dan Window Task Manager. Ini berarti Perfect Keylogger benar-benar tidak terdeteksi dan patut dikatakan PERFECT.

Jika Perfect Keylogger bekerja dengan baik, semua aktifitas user di komputer tersebut akan terpantu dengan baik termasuk password emailnya. Lebih celakanya lagi, jik auser tersebut melakukan transaksi jual beli online menggunakan kartu kredit atau e-banking. Maka semuanya akan terpantau.

- Menggunakan Social Attack
Cara hack facebook yang ini paling sederhana dan mudah dilakukan semua orang , dengan bermodalkan keakraban , anda bisa mengatahui password orang tersebut dengan memintanya saja. Untuk itu anda harus mempunyai status sosial yang agak tinggi supaya anda bisa mendapatkan password dengan social attack.

Sekali lagi semoga bermanfaat ya informasi Cara Hack Facebook yang telah saya share di atas.

Link Relevan : http://blog-dofollow-indonesia.blogspot.com

Sejarah kesenian batik di Indonesia

Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.

Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda.

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.

Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.










Jaman Majapahit

Batik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, pat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.

Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahati, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal diwilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batik asli.

Daerah pembatikan sekarang di Mojokerto terdapat di Kwali, Mojosari, Betero dan Sidomulyo. Diluar daerah Kabupaten Mojokerto ialah di Jombang. Pada akhir abad ke-XIX ada beberapa orang kerajinan batik yang dikenal di Mojokerto, bahan-bahan yang dipakai waktu itu kain putih yang ditenun sendiri dan obat-obat batik dari soga jambal, mengkudu, nila tom, tinggi dan sebagainya.

Obat-obat luar negeri baru dikenal sesudah perang dunia kesatu yang dijual oleh pedagang-pedagang Cina di Mojokerto. Batik cap dikenal bersamaan dengan masuknya obat-obat batik dari luar negeri. Cap dibuat di Bangil dan pengusaha-pengusaha batik Mojokerto dapat membelinya dipasar Porong Sidoarjo, Pasar Porong ini sebelum krisis ekonomi dunia dikenal sebagai pasar yang ramai, dimana hasil-hasil produksi batik Kedungcangkring dan Jetis Sidoarjo banyak dijual. Waktu krisis ekonomi, pengusaha batik Mojoketo ikut lumpuh, karena pengusaha-pengusaha kebanyakan kecil usahanya. Sesudah krisis kegiatan pembatikan timbul kembali sampai Jepang masuk ke Indonesia, dan waktu pendudukan Jepang kegiatan pembatikan lumpuh lagi. Kegiatan pembatikan muncul lagi sesudah revolusi dimana Mojokerto sudah menjadi daerah pendudukan.

Ciri khas dari batik Kalangbret dari Mojokerto adalah hampir sama dengan batik-batik keluaran Yogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua. Yang dikenal sejak lebih dari seabad yang lalu tempat pembatikan didesa Majan dan Simo. Desa ini juga mempunyai riwayat sebagai peninggalan dari zaman peperangan Pangeran Diponegoro tahun 1825.

Meskipun pembatikan dikenal sejak jaman Majapahait namun perkembangan batik mulai menyebar sejak pesat didaerah Jawa Tengah Surakarta dan Yogyakata, pada jaman kerajaan di daerah ini. Hal itu tampak bahwa perkembangan batik di Mojokerto dan Tulung Agung berikutnya lebih dipenagruhi corak batik Solo dan Yogyakarta.

Didalam berkecamuknya clash antara tentara kolonial Belanda dengan pasukan-pasukan pangeran Diponegoro maka sebagian dari pasukan-pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri kearah timur dan sampai sekarang bernama Majan. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga zaman kemerdekaan ini desa Majan berstatus desa Merdikan (Daerah Istimewa), dan kepala desanya seorang kiyai yang statusnya Uirun-temurun.Pembuatan batik Majan ini merupakan naluri (peninggalan) dari seni membuat batik zaman perang Diponegoro itu.

Warna babaran batik Majan dan Simo adalah unik karena warna babarannya merah menyala (dari kulit mengkudu) dan warna lainnya dari tom. Sebagai batik setra sejak dahulu kala terkenal juga didaerah desa Sembung, yang para pengusaha batik kebanyakan berasal dari Sala yang datang di Tulungagung pada akhir abad ke-XIX. Hanya sekarang masih terdapat beberapa keluarga pembatikan dari Sala yang menetap didaerah Sembung. Selain dari tempat-tempat tesebut juga terdapat daerah pembatikan di Trenggalek dan juga ada beberapa di Kediri, tetapi sifat pembatikan sebagian kerajinan rumah tangga dan babarannya batik tulis.

Jaman Penyebaran Islam

Riwayat pembatikan di daerah Jawa Timur lainnya adalah di Ponorogo, yang kisahnya berkaitan dengan penyebaran ajaran Islam di daerah ini. Riwayat Batik. Disebutkan masalah seni batik didaerah Ponorogo erat hubungannya dengan perkembangan agama Islam dan kerajaan-kerajaan dahulu. Konon, di daerah Batoro Katong, ada seorang keturunan dari kerajaan Majapahit yang namanya Raden Katong adik dari Raden Patah. Batoro Katong inilah yang membawa agama Islam ke Ponorogo dan petilasan yang ada sekarang ialah sebuah mesjid didaerah Patihan Wetan.

Perkembangan selanjutanya, di Ponorogo, di daerah Tegalsari ada sebuah pesantren yang diasuh Kyai Hasan Basri atau yang dikenal dengan sebutan Kyai Agung Tegalsari. Pesantren Tegalsari ini selain mengajarkan agama Islam juga mengajarkan ilmu ketatanegaraan, ilmu perang dan kesusasteraan. Seorang murid yang terkenal dari Tegalsari dibidang sastra ialah Raden Ronggowarsito. Kyai Hasan Basri ini diambil menjadi menantu oleh raja Kraton Solo.

Waktu itu seni batik baru terbatas dalam lingkungan kraton. Oleh karena putri keraton Solo menjadi istri Kyai Hasan Basri maka dibawalah ke Tegalsari dan diikuti oleh pengiring-pengiringnya. disamping itu banyak pula keluarga kraton Solo belajar dipesantren ini. Peristiwa inilah yang membawa seni bafik keluar dari kraton menuju ke Ponorogo. Pemuda-pemudi yang dididik di Tegalsari ini kalau sudah keluar, dalam masyarakat akan menyumbangkan dharma batiknya dalam bidang-bidang kepamongan dan agama.

Daerah perbatikan lama yang bisa kita lihat sekarang ialah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan sekarang dan dari sini meluas ke desa-desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut. Waktu itu obat-obat yang dipakai dalam pembatikan ialah buatan dalam negeri sendiri dari kayu-kayuan antara lain; pohon tom, mengkudu, kayu tinggi. Sedangkan bahan kainputihnyajugamemakai buatan sendiri dari tenunan gendong. Kain putih import bam dikenal di Indonesia kira-kira akhir abad ke-19.

Pembuatan batik cap di Ponorogo baru dikenal setelah perang dunia pertama yang dibawa oleh seorang Cina bernama Kwee Seng dari Banyumas. Daerah Ponorogo awal abad ke-20 terkenal batiknya dalam pewarnaan nila yang tidak luntur dan itulah sebabnya pengusaha-pengusaha batik dari Banyumas dan Solo banyak memberikan pekerjaan kepada pengusaha-pengusaha batik di Ponorogo. Akibat dikenalnya batik cap maka produksi Ponorogo setelah perang dunia petama sampai pecahnya perang dunia kedua terkenal dengan batik kasarnya yaitu batik cap mori biru. Pasaran batik cap kasar Ponorogo kemudian terkenal seluruh Indonesia.

sumber : www.jabarprov.go.id


Read more: http://bandung.blogspot.com/2011/06/sejarah-kesenian-batik-di-indonesia.html#ixzz1QfPJGanl

Carita Siliwangi, Kian Santang Jeung Kembang

Siliwangi geus tilar dunya, henteu tilem, teu robah jadi maung atawa nu mistik lain na. Siliwangi jalma biasa, raja pajajaran, bangsa manusa, nu pernah hirup di alam dunya, mingpin tatar sunda. Boga batur deukeut ngarana Santang, pamingpin nagri sancang, bangsa jin, lain bangsa manusa, nepi ka ayeuna aya keneh, lain sakti, tapi geus fitrahna sakabeh bangsa jin umurna leuwih panjang.
Ulah nyampurkeun dongeng jeung carita enya. Carita nu aya ayeuna ngan dongeng wungkul, di kira-kira, padahal teu sarua. Euweuh sahiji-hiji acan sesa pajajaran nu geus kapanggih nepi ka danget ieu. Mun hayang nyaho carita sabenerna nanya ki santang, ulah nanya ka jalma, loba di kira-kira.
Siliwangi, ki santang lain maung, lain turunan maung atawa robah jadi maung. Maung ngan saukur ciri. Jadikeun diri rakyat sunda jiga ka gagahan maung. Ulah kalah ngaku-ngaku bangsa maung atawa turunan maung. Jiga nagara anjeun ayeuna nu nyieun ciri nagara, Manuk Dadali. Lain anjeun turunan manuk dadali.
Kuring nonggerak, unggal poe sabenerna aya dihareupeun aranjeun.. Kuring hariwang jeung karunya aranjeun rahayat sunda ngan loba ngobrolkeun ngimpi.. geura hudang, baca... baca... baca alam jeung diri...

(Serat :2) Siliwangi Ki Santang - Jangji-Amanat

Kuring lain kaiket ku jangji, ngan kaamanatan ngajaga nu beunang di jaga Ulah di udag ku akal jeung indra, sabab loba kajadian alam nu ku urang teu bisa ka baca,
Tarima ku hate, asal ulah nyalenggor akidah kanu kawasa. Ayeuna geus mangsana aranjeun jadi urang sunda lain bangsa anu ngan bisa cumarita geura narindak jiga nu diamanatkeun batur kuring harita. Kajadian nu kaalaman ku aranjeun ayeuna geus kabaca di jaman harita maka geura balik jadi urang sunda saenyana.
Salila aranjeun jauh tina kamusyrikan kuring bakal aya ngabarengan sugan anu di baca ku raja aranjeun harita kajadian kuring nyaksian di dieu.

(Serat :3) Siliwangi Ki Santang – Tilarna Sri Baduga Siliwangi

Harita Siliwangi panceg indit ti dayeuh. Malipir sisi gunung nepi ka kidul. Ngasruk2 leuweung geledegan.Nepi ka kuda kadeudeuhna cideka.Teu bisa ditunggangan deui.Bakating ku nyaah jeuh deudeuhna ka eta kuda.Batur kuring nitah ponggawa2na nyieun 2 arca kuda.Titah disimpen di luhur gunung haruman.
Kunaon bet kudu di luhur gunung,ngarah bisa keneh nempo dayeuh nu di tinggalkeun cenah.Hulu kudana disanghareupkeun ka dayeuh…Kuda eta jumerit menta tetep diajak kajeun geus aya gantina kuda hideung oge..Nya dibawa terus bari ngan saukur ditungtun. Nepi ka hiji kampong tengtrem di kidul.
Nepi ka kiwari eta arca tetep aya di luhur gunung haruman. Nyanghareup ka dayeuh.Ditungguan ku hiji tangkal gede.Guru kuring tetep mulasara jang pangeling2 sato kanyaah sobat dalitna. Saha ayeuna nu bisa manggihan eta arca kuda ? Nu kuat teu kagoda jang nyembah eta arca.
Kunaon dayeuh bet di tinggalkeun,kunaon bet sakabeh nu dipikaboga diteundeun di 25 leuit,kunaon bet anjeuna milih balangsak asruk2an ka leuweung,kunaon bet nepi ka runtuh eta karajaan gede the,kunaon bet anjeuna menta Ki Santang nyumputkeun dayeuh jeung sakabeh eusina ku halimunan ?
Saha nu nyangka Ki Baduga nu sakitu gagah rongkahna nepi ka ninggalkeun kadunyaan alatan hayang tengtrem dunya jeung nyiapkeun akherat ? Saha nu nyangka aya jalma deukeut di karaton nu tega nganyerikeun Ki Baduga nepi kapundungna ti dayeuh ? Saha nu nyangka nepi ka ayeuna eta dayeuh ngahandeuleum ?
Dayeuh,hiji tempat luhur gunung.Dijieun pasagi lima.Dihijikeun ku 5 segi tilu.Bisa nempo ka 5 tempat.Aya 5 jalan ka luar.Aya kalapa sarebu tangkal,25 jajar,25 leuit tempat panyimpenan urut taman karajaan,kaputren..Ngan saukur aya sesa batu nu digurat ku curuk Ki Baduga saencan hijrah..
Ngan hiji batu eta titinggal Ki Baduga nu ka cirri..Ngan Ki Santang nu nyaho dimana eta batu nangtungna.Sawareh ka keueum cai nyusu, herang, tengah dayeuh nu geus jadi leuweung geledegan…Saha nu bisa manggihan..? Budak leutik tukang ngagigigring kalakay jeung tutunggul.. Dimana ? Dihareupeun aranjeun.
Ki Baduga netep di hiji tempat ,nekunan ibadah nu anyar pinanggih nepi ka tilarna.Diceungceurikan ku sakabeh nu mikanyaahna. Ku batur dalitna. Ki Santang.
Dina rek tilarna Ki Baduga nyalukan Ki Santang nu satia nungguan.."Kuring rek titip ka Akang"…"Naon Yi," cenah."Teruskeun tugas kuring ngadegkeun akidah ka Gusti Allah…Kuring rek mulang ka manten-Na"."Duh Gusti," cek Ki Santang,ulah nyarita kitu…Kuring kumaha ?" Ki Santang reumba ku cipanon.
Bari ngalengis Ki Santang nyarita,"Iraha deui kuring boga dulur jiga Ayi." Ceurik,duanana ceurik.Dua mahkluk gagah rongkah tina dua bangsa jumerit hatena kapisah ku takdir makhluk. "Duh Gusti,"Ki Santang ngarenghik deui,cipanona tambah ngarembey…Ki Baduga teu kawawa,milu muragkeun cipanon…
Ragrag cipanon kanyaah…Kanyaah nu leuwih ti dulur sakandung…Dulur tina sobat dalit,ti 3 ua jalma (makhluk) nu beda bangsa…Turutaneun aranjeun…
"Ulah kitu Ki…Akang kudu ikhlas," Ceuk Ki Baduga bari dadana sesek nahan cipanon."Kuring rek nitip,handeuleumkeun dayeuh jeung eusina,sakur pakaya kuring di mana wae ayana,bawaan teundeun di dayeuh.Kuring geus nyadiakeun salawe leuit.Jaga ku Akang sabisa-bisa. Kadua ulah hariwang,ke dina mangsana…
…aya manusa jiga kuring nu boga hate jiga kuring…Ke datang ka ngimpi akang…". "Yi,ulah ninggalkeun akang…Duh Gusti…akang kumaha ?".."Ulah hariwang kang,anggur mundut ka Nu Kawasa kuring sing salamet nyanghareupan hisab kubur."… Der duanana pa ungku-ungku inget kana dosa-dosana.Cipanon dua prabu ragrag ka dunya.
"Kuring nitip rahayat kuring,nu bakal kaleungitan cepengan nepi ka bijil nu tiluan…Nu Saurang bakal dibarengan ku akang,mantuan nu tiluan…Lempengkeun akidahna…Bantuan ku akang…Nitip kuring…Engke dina mangsana bikeun bekel ti kuring…Nyanghareupan hiji jaman nu rusak…
Jaman nu rusak ku kahayang…". Saung butut jadi saksi sobat dalit nu rek kapisah ku takdir…Ajal…Saung butut nu jadi saksi…Nepi ka tilarna…Ki Santang ngalenyap…Di usap tarang baturna…Euweuh nu nyaksian (makhluk hirup lain salian ti Ki Santang)…Ngan duaan…Ki Santang ngalenyap…

(Serat :4) Siliwangi Ki Santang - Pesen Ka Nu Tiluan

Aya maksud nu nyulusup dina ati,nepikeun naon nu jadi harti,ngarepkeun ngoreh nu bakal jadi bukti. Sing saha nu geus dijeujeuhkeun ngariksa,sakabeh titinggal nu jadi sesa,kudu geura netepkeun hate bari teu kudu di paksa. Anjeun aya di dunya,pasti aya maksudna,geura ngaca kana hikmahna,ulah nyumput tina kodratna. Kalakay geus paburantak,euweuh harti pabalatak,lain maksud ka alam calutak,tapi sing geura wani nindak. • Nu niliktik nulungan jalma leutik,loba nyanghareup manusa loba banda,bari kudu nepikeun aturan ti Nu Kawasa. Bari awak loba kasiksa,jadi pamuntangan jelema loba,teu meunang ngarumas nu geus jadi garisna. Anjeun aya jang jalma loba,ngadegkeun akidah titah Nu Kawasa,geura maca geura walakaya.
Budak gede beuteung badag,sakabeh karusakan di udag,ulah nepi korban loba murag. Leumpang di jalan pinuh ku batu,ngasruk alas teu make baju,milu satia nuturkeun waktu. Anjeun aya jang muka mangsa,dikudukeun hirup di lingkung murka. Tapi hate teu meunang kagoda. Geura muka geura ngariksa,lawan murka.

(Serat :5) Siliwangi Ki Santang - Prasasti Batu Tulis

Kunaon Prasasti Batu Tulis aya ? Sabab dijieun saenggeus Ki Baduga maot. Saenggeus menta sesa Pajajaran dihandeuleumkeun. Surawisesa nu indit ka kulon,lain nu balik ka dayeuh. Jadi saenyana dayeuh teh lain di tempat Batu Tulis. Prak pikiran,prak baca ku hate.
Dia nu marisah ka kaler ( kaler di tempat terakhir Raja Pajajaran),darengekeun ! Dayeuh ku Dia moal kasampak…

(Serat :6) Siliwangi Ki Santang - Ki Santang Jeung Bangsa na.

Santang,pamingpin ti salah sahiji bangsa jin,hiji nagari nu dipikanyaho ku bangsa Ki Baduga. Ka iket ku jangji. Jangji sosobatan. Lain jangji nu diharamkeun ku Qur'an. Ulah dibolokotan ku kapercayaan nyimpang. Nu matak ngarusak kaimanan. Anggur geura buru teangan,Katerangan Nu Bisa Jadi Puntangan.
Hiji mangsa,salah sahiji nyarita. Kunaon bet bangsa kuring nu kerep disalahkeun ? Bangsa kuring jeung anjeun sarua. Boga anak,boga kulawarga. Dahar, nginum, nyeri, gering, bungah,neangan rejeki,maot… Naon bedana jeung aranjeun ? Teu pantes ngan ukur disalahkeun,digogoreng,difitnah…
Kawajiban kuring sarua,ibadah,nu daek ibadah…Ulah ngamulyakeun bangsa kuring, nyembah,atawa ngagantungkeun nasib, nanya mangsa kahareup…da bangsa kuring ge sarua teu nyaho. Mun aya nu mere nyaho ti bangsa kuring (nu jiga tadi disebutkeun),ngan ngabobodo,ulah di denge…Anggur urang babarengan muntang ka Allah SWT.
Kuring jeung anjeun beda alam,lain goib. Ngan kuring teu eces katingali. Tapi lain teu bisa panggih. Bangsa kuring jeung anjeun nu bener akidahna moal sagawayah manggihan atawa cumarita,da teu meunang ceuk agama. Saha nu sagawayah ? Nyaeta jin atawa manusa nu teu milu aturan agama.
Umur urang sarua,pondok. Ngan kusabab beda alam kuring jiga hirup leuwih lila. Keur tapakurankeuneun meureun. Kuring gancang mun ngalengkah ? Enya mun di alam anjeun. Di alam kuring nya saayana. Sakali deui kuring menta aranjeun bangsa manusa ulah loba kapengkolkeun kayakinan. Ulah kabobodo.
Teu sakabeh bangsa kuring bisa atawa kungsi manggihan bangsa anjeun. Kitu deui sabalikna. Saha nu bisa ? Urusan Nu Kawasa.
Euweuh kadaharan anjeun nu bisa didahar ku kuring. Kuring cenah dahar tulang ? Atawa kuring dahar manusa hirup da aya tulangan. Henteu pisan. Jadi jang naon anjeun mere sajen ka kuring ? Da moal dihakan. Teu bisa. Nu aya musyrik,doraka paling gede. Kalah meunang murka.

(Serat :7) Siliwangi Ki Santang - Maung Pajajaran

Salah sahiji nyaritakeun zaman harita,aya 3 macan nu dijadikeun ciri.:

Macan bodas, ciri elmu2 nu ngajurus kana ngubaran. Teu make menyan, sajen,atawa wirid.Ditungtungan ku muntang jeung nyerahkeun diri ka Allah SWT. Elmu nyieun ubar tina dangdaunan,akar jeung sajabana. Ubar panyakit katempo jeung teu katempo. Pajajaran geus ti baheula ngarti jeung nyaho kumaha ngubaran. Teu dicampur ku mistik. Teu ngalanggar akidah..
Macan Hideung, ciri elmu2 nu ngajurus kana kadunyaan,ngatur hate jalma,ngahijikeun salaki pamajikan nu pipisahan,ngoprek hate jalma,miceun hate jalma nu kedul, bedegong, harak,jeung sajabana…Sarua teu make sajen, menyan, atawa kudu wiridan atawa puasa… Istuning tina kakuatan diri…

Macan loreng, lodaya, maung loreng, ngajurus kana elmu2 heuras,saperti silat pamacan, sinuwun tilu jeung sajabana,nempo ti kajauhan,ngoet ti kajauhan, ngarusak jeung ngajaga supaya teu rusak…Teu make menyan,sajen atawa ngawirid jeung puasa. Estuning tina kakuatan diri…

Kunaon teu make wirid atawa puasa ? Saba eta mah jang ibadah ka Gusti Allah.. Teu meunang dipengkolkeun kana tujuan eta. Kunaon teu make menyan atawa sajen ? Kusabab lain menta bantuan jin,jeung kudu make aturan muslim.. Dimana ayeuna eta elmu2 teh ? Di nu tiluan…Teu bisa diteangan,ke oge datang…Datang ka saha ? Ka jalma2 nu geus ka ukur ka alusan jerona…Akidahna… Nu tiluan dimana ? Boa-boa nu sapopoe aya hareupeun anjeun…Wallahu’alam…

(Serat :8) Siliwangi Ki Santang

Hampura kasadayana nu ku kuring dianggap dulur. Kuring mah jalma bodo, teu ngarti kana elmu2 nu dicaritakeun ku kuring dina postingan2 kamari…Hampura kuring teu nunjukkeun jati diri kuring heula…

Sakitu heula ti kuring saparakanca,hampura ka sarerea nu maca…..Sugan kuring dibere keneh mangsa engkena ,jang mawa bukti nu bisa kaciri. Nu bisa karampa ku panca indra…Ngenaan Karajaan Sunda teh kumaha sabenerna…
Hampura kuring lain kumawani,kuring ngan nepikeun ngarah teu salah harti. Ampun paralun lain hayang kapuji,kuring ngajak ngoreh nu jadi misti…

Hormat Kuring
Nonggerak

(Serat :9) Siliwangi Ki Santang - Bahasa

Bahasa Resmi (Salah Sahiji Bangsa Jin).

Budala wiko wakajabu,reolna samu,majalate nedi,limo minuku. Wati ? Mandirene situ. Wendosima,mandakutu mina wadabu. Barok badar.Bentomalaku wakinasuta. 6 Bakawulu mastina biko,wastina maruk bisutana Siliwangi. Sutana Baduga, winggiwisesan Pajajaran. Mintuna baka,mintuna madui. Madui minggala ramaya naguro manusa.

Sutana naguro Sancang sumana kula ambarakuna,jumbuna bilu panggalipana Santang.

(Teu kabeh bangsa Jin ngarti bahasa manusa, Kitu deui sabalikna - red)

(Serat :10) Siliwangi Ki Santang - Khabar 1

Kuring menta hampura ka sarerea,ayeuna kuring nepikeun nu teu biasa,bangsa nu ku anjeun sok disangka di kuburan ayana,sabenerna kuring leuwih nyaho alam ti heula. Lain ngaliwat kanyaho nu can laksana,lain ngarampa mangsa kahareupna,tapi kuring boga elmuna,nu noong alam engkena.

Rek aya angin gede. Barudak ulah loba ulin ka luar,angina mawa panyakit. Rek aya angin gede pisan.

Panyakit ispa,jangar kana sirah,otak kurang suplay oksigen,aya sumbatan. Bakteri,virus, jeung jasad renik laina haliber. Ka seuseup. Narapel ka awak,kana kulit,buuk,kana panon. Panyakit Mencret oge.

Panyakitna teu ngahariwangkeun, angina nu ngahariwangkeun. Demam berdarah menurun.

(Serat :11) Siliwangi Ki Santang - Nonggerak?

Nonggerak ?

Kuring nonggerak,hartina kuring aya,katempo,katingali,kaciri sapopoena ku aranjeun. Tapi hanjakal teu dipalire. Wayahna kuring milu icikibung. Da geus wayahna. Geus mangsana. Kuring nyaah ka urang sunda. Nu geus lila tibra. Teu inget kana purwadaksina. Poho kana wiwitanana. Era mawa sundana.

Teu kudu gujrud kuring timana,kuring nyaah ka urang sunda,bangsa nu geus ampir leungit cirina,teu hayang kaciri sundana. Sunda ngan saukur tinggal ngarana,jalmana geus robah pindah wujudna,era ngaku jadi urang sunda. Kuring datang,kuring miang aya maksudna. Jang urang sunda sayaktosna.

Kuring hirup lain keur urang sunda,da bangsa jeung basa urang beda. Ngan ukur ku katalian jangji jeung manehna. Nu kungsi bareng ngalalana. Ngan hanjakal geus euweuh dikieuna. Kuring ngageuing jalma sunda,nu daek dihudangkeun tina tapana. Kuring rek datang,ka jalma-jalma nu alus kasundaanana.

Kuring saparakanca bakal datang,mantuan aranjeun,lain titah muja ka kaula. Ulah nitah ka kaula, atawa hayang nempo kaula. Tuturkeun we caritana, Carita urang sunda, nu ajeg ngaku urang sunda. Ayeuna geus mangsana.

wassalam Kuring… Nonggerak

(Serat :12) Siliwangi Ki Santang - Hoyong Pendak Sareng Nonggerak?.

Sumangga ka sadayana,nyanggakeun,abdi jalmi biasa. Bilih hoyong eces abdi saha, mangga tingal ku bathin salira. Abdi didieu ngantos bade iraha, teu kedah hariwang abdi yaktos aya,abdi percanten seueur nu tiasa,ngebrehkeun abdi ku elmuna. Sumangga lebet ku sukma,sumangga geura anggo elmu nu netra,

Sumangga geura buktoskeun cariosan salira,abdi ngantos nonggerak katingalna. Sing saha nu tiasa sa ecrag nyata,muka halimun di sakuriling kuring gaduh raga,eta tandana Ki Santang tea. Mangga di antos ku kaula. Kuring nonggerak ti sunda sami sareng salira sadaya. Abdi nyata,abdi aya.

Wassalaam
Nonggerak

(Serat :13) Siliwangi Ki Santang - Wicaksana.

Wicaksana Sing saha mawa tanda,hiji jalma nu wicaksana,geura ngagero anjeun aya dimana,ngarah buru ngahiji jeung nu geus aya.


(Serat :14) Siliwangi Ki Santang - Ageman Sri Baduga Maharaja 1.


Sri Baduga Maharaja raja sunda nu ngawasa,nu katelah sarua jeung Hyang Dewata, sakti mandraguna,pageuh nyekel kayakinan lila,kayakinan ka Hyang Widi. Saha nu nyangka aya guratan beda, robah ngagem nu leuwih misti. Hiji mangsa nu geus pisan lila,hawar-hawar ngadenge beja,aya pamingpin di hiji nagara nyekel elmu luhung tur wicaksana jeung pageuh kuat nyekel agama. Jorojoy aya hate suka, suka kana beja jeung kawentaranana,sugan bisa meunang batur nu sawawa.

Hiji mangsa tumiba kana takdirna, Baduga tepung jeung nu sawawa,pamingpin Nagara Kalifah ngarana,mere beja nu teu disangka.

Lain ngadu lain balitungan tungtungna,Baduga kalah kaburu rempag omongana,ucap jeung laku lampah nu lempeng aturan,kajeun boga kawasa nu sakitu gedena Baduga raja nu wicaksana,ngaku tina jero dasar manahna : Ieu geuning nu diteangan kamana-mana, ajaran jang ngajawab kahirupan anu fana.

Ku rohmatNa Hyang Wenang Sajati,Baduga nenjo kalawaning bukti,ajaran nu geus jadi misti,asa lewang bisi kaburu pinanggih jeung pati. Baduga nanya ka eta jalma, timana meunang kasaktian jeung elmuna,eta jalma ngan ukur ngasongkeun wasta, Kitab Suci

Qur’an ti Nu Kawasa. Istuning ku kanyaah MantenNa, bathin Baduga ngudupruk euweuh tangan pangawasa,sakabeh kasakten karasa euweuh gunana,kalimpas ku jajaran papatah nu netra 8 nyata.

(Serat :15) Siliwangi Ki Santang - Kanggo Ka Nu Tos Nampi Serat Ti Halimun.

Kanggo Nu Tos Di Calukan.
Anjeun nu geus digero ku halimun,geura beunta ulah ngalamun,geura ngahiji jiga sapu ayun,boga hate sarua rek ngawangun.

(Serat : 16) Siliwangi Ki Santang - Ageman Sri Baduga Maharaja 2

Hampura mun ageman Baduga loba nu teu sarua,keun urang handeuleumkeun dina jero iga,urang diajar hirup bareng bari beda,fitrah nu geus diciptakeun ku Allah Nu Maha Kawasa.

Kuring amit ka balarea,kuring ngan katitipan carita,bari kuring tetep ngarasa,jalma anu euweuh kabisa.

Wassalaam
Nonggerak

(Serat :17) Siliwangi Ki Santang - Hayu urang babarengan maluruh mana nu enya 1.

Assalaamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, sampurasuuun,kuring Nonggerak menta hampura ka sakabeh sepuh,kuring meunang parentah deui jang maluruh,sugan bisa urang nyaho carita anu puguh. Sumangga ka sadayana nu nyaah ka urang sunda,urang pagedrog make carita,teu meunang make rasa,urang kahareupkeun maksud mimitina,urang mimitian dina poena,nuturkeun carita nu teu puguh timana asalna,kuring mawa carita nu mistina,lain ngan saukur nu bisa katara.

Sawareh mawa carita nu asa enya,dumasar kana kitab nu jiga enya. Jieunan manusa nu teu kungsi aya dina kajadianana nu enya. Ngan hanjakal tarung carita sok pang hayangna diaku enya. Sawareh mawa carita ti kolot2na nu enya,ngeunaan kajadian nu teu kalakonan enya,ngan hanjakal ngabela ngan ku rasa asa enya,teu inget lambey manusa sok jauh ti enya. Sawareh ngan saukur ngadenge carita nu katingali enya,asa milu jeung katingali enya,keun wae carita jauh ti enya,jeung sarua hanjakal sok pa enya-enya.

Sawareh nungguan nu mana nu enya,hayang maluruh karuhun pituin nu enya,ngarah bisa nyulusup kana hate nu enya,ngarah teu haben unggal poe teu nyaho nu enya.

Sawareh teu paduli nu mana nu enya,da geus ngarasa euweuh patali jeung 9 kajadian nu enya,jeung ngarasa euweuh untungna malire nu enya,nu penting bisa hirup jadi jalma enya. Kuring ngawakilan jalma nu ngalaman nu enya,dumasar kanu karasa,katingali,kainget nu enya,nu masih kumelendang ngalakonan di alam dunya nu enya,ngan ukur hayang nepikeun kajadian nu enya. Hampura mun ceuk aranjeun teu enya,hampura mun teu kasawang ieu enya,hampura ulah kabawa hate nu enya,hampura mun kuring mawa carita nu teu biasa enya.

Siliwangi kataji ku ajaran Islam, diajar jeung ngadatangkeun guru2 Islam,nepi ka ngaku dirina Islam,kunaon
bet gujrud mun dirina Islam ? Ki Santang Islam,jadi batur dalit jeung guruna jang nempo kalam,kajeun maranehna hirup beda alam,tetep pageuh mapay jaman nepi ka salah sahiji tinggal makam.

Ulah jadi bancang pakewuh,anggur geura haget urang maluruh,kuring panggih jeung nu kungsi wawuh,sugan jeung sugan ieu anu puguh.Lain teu hayang anjeuna mawa bukti ka kiwari,ngan hanjakal nu tiluan can wani ngahiji nunjukeun ciri,anjeuna oge teu bisa sangeunahna nyiliwuri,kawatesan ku aturan makhluk dina diri.Anjeun makhluk,kuring makhluk, anjeuna makhluk,oge nu geus tilar makhluk. Anjeun mawa bukti,kuring mawa bukti,anjeuna mawa bukti,makam nu tilar jadi bukti Kuring wawakil nu di amanatan,ngaikhtiaran nu ngahandeuleum lain di wetan,sugan jeung sugan tinekanan,geus aya mah moal beunang beak dihakan. Bari ngahaok ka urang sunda,naha sawareh teu percaya ka Sri Baginda,nu geus ngahaja neundeun benda,jang bekel aranjeun nu geus lawas ka tunda.

(Serat :18) Siliwangi Ki Santang - Hayu urang babarengan maluruh mana nu enya 2.

Ceuk Saha?

Ki Santang nu ngahandeuleumkeun anakna? Ceuk Saha Baduga ngagem keneh kayakinan lilana? Ceuk saha panggih jeung nyabut iteuk Sayidina Ali nu beda jamana? Rek nepi ka iraha aranjeun urang sunda euweuh sajarahna? Lamun carita Cirebon bener ayana,lamun carita Sumedang bener ayana,lamun carita Subang bener ayana,lamun carita Bogor bener ayana,Kunaon Pajajaran tetep euweuh laratanana? Kunaon aranjeun euweuh nu bisa nunjukkeun ayana di mana?Mun Ki Santang anak manusa,kunaon sarua teu ninggalkeun sesa, padahal Ki Santang sarua makhluk teu wasa,sarua ciptaan Gusti Nu Maha Esa.

(Serat: 19) Siliwangi Ki Santang - Ngeunaan Hiji Jalma.

Ngalengkah laun katebak angin mapai-mapai kebon eurih.Ngahaleuang hawar-hawar tembang pinuh ku kapeurih. Hiji lalaki ngalakonan dunya bari hate ngagerih. Asruk-asrukan neangan jalan hirup teu malire suku barabak katurih. Hayang geura balik nimuan indung bapa,hayang geura balaka yen diri asa teu wasa,hayang geura balik kapangkuan aranjeuna jiga keur budak harita,hayang bisa ceurik nepikeun sakabeh nu karasa. Tapi iraha ?

Engke hiji mangsa bakal panggih jeung jalma jiga kuring,ceuk Siliwangi ka Ki Santang. Nu jiga kumaha ? Nyaeta jalma nu ngajadikeun nanaon cukup ku gerentes. Bisa ngahaokan angin,bisa marentah guludug,bisa nyalukan cai,bisa ngigelkeun seuneu. Bisa nyaho gerents hate batur,bisa ngagulak gilek hate batur,bisa ngawasa awak batur,bisa nyaho kahareup bakal kumaha.

Bisa ngubaran panyakit nu euweuh ubarna,ngahudangkeun nu lumpuh sakahayangna,bisa ngodok ka jero awak manusa sejena,bisa ngarusak jero awak batur ukur ku gerentesna,bisa mawa suka loba manusa,oge bisa mawa karusakan ka jalma loba.

Ngadeg ka dunya bari teu sarua jeung sejenna. Istuning pinuh ku kabingung ngahartikeunana. Euweuh jalma nu kungsi bisa ngebrehkeun nu ditanyakeunana. Ngan ukur bisa ngaheruk nginget kana nasibna. Ya Allah aya naon ieu teh ? Ya Allah saleresna saha abdi teh? Ya Allah bade kumaha abdi teh? Ya Allah kedah kamana abdi teh? Sajuta kabingung nyurulung,bathin jumerit menta tulung,ngan ukur bisa nuturkeun jalan euweuh tungtung,bari nungguan katerangan ti Nu Maha Agung diuk di juru bari neuteup ka langit,ceudeum sarupa jeung bathina nu jumerit,dibulak balik tetep ngarasa aya nu leungit,sakabeh nu kalakonan pait.

Lumpat ka nu bisa niat rek tumanya,geuning angger keneh teu bisa nerangkeun nu ditanya,lumpat nepi karasa geus ditungtung dunya,tapi bathin tetep asa beda dunya. Beda beda beda jeung beda,kalah sering disebut jalma 11 rada,fitnah jeung kanyeri lalar liwat ngajewang dada,ngan ukur bisa nyarita bari dareuda. Hatena ukur bisa ngarenghik,ceurik balilihan disangka ku jalma loba jelema musyrik,Gusti Allah,Demi Allah abdi sanes musyrik,jagi bathin abdi ulah musyrik,Gusti abdi tulungan,bathina ceurik ngabangingik. Diusir tina kumpulan kulawargana,disebut budak euweuh baktina,disebut jalma loba dorakana,dirina mung bisa tumarima narima nasibna. Carita hiji budak manusa,nu diciptakeun teu jiga manusa,mapay jalan lain paragi manusa,tetep manusa?
Nepi ka hiji mangsa pinanggih jeung nu diteangana,aya jawaban nu salila ieu dikorehan dimana-mana,geuning sakabeh aya maksudna. Geus kuduna tinekanan kana waktuna,datang nyelesep kana sukmana,ngartikeun sakabeh kabingungna,negerkeun sakuriling manahna. Hadir dina ngimpina,negeskeun kudu kumaha manehna,ngarah mangfaat sakabeh nu dipibogana,jang memener karusakan dunyana. Sairing cahya nu nyaangan kalbuna,hadir guru nu salila ieu geuning nalingakeun teu aya petotna,guru nu teu dinyana eta ngarana. Teu langsung percaya kana omongna,da rumasa teu katempo wujudna,sieun goreng balukarna,komo mengpar tina kayakinan agamana. Kayungyun ku sabarna,eta guru nuturkeun kahayangna,nepi ka pinanggih ku sorangan hartina,nungguan nepi ka ikhlas narimana. Hiji guru lain ti bangsa manusa,dibantuan ku baturna opat welas ayana, dikudukeun nalingakeun jeung ngagiring jalana,nepi ka siap jang ngalalana.

Guru nu nunjukeun kudu kumaha,guru nu nunjukeun aturan agamana,guru nu nerangkeun rek kumaha,guru nu menerkeun mun aya salahna.
Guru nu jadi guru baheula,nu kungsi ngaguruan karuhuna,nu mingpin Karajaan Tatar Sunda, nu kaamanatan ngajaga jeung ngariksa. Sugan jeung sugan laksana,kajeun geus tangtu loba hahalangna,mugi Allah ngalangsarkeun jalana,dibarengan keukeuh pageuh nyekel akidahna.

Alhamdulillah hiji dua panggih jeung buktina,hiji dua kabuktian caritaan guruna, hiji dua aya nu milu sairing ngusahakeunana,hiji dua ka ubaran nalangsana.
Ngoreh kasundaan nu tinggal sesana,mapay galeng neangan nu sarua nyaah kana kasundaanna,ngasruk leuweung dibarengan kaludeung,bari memener jalma nu keur baluweng. Nyoba ngageuing urang sunda nu sakitu reana,nyalukan geura buru inget barangbang semplak dina sirahna,ngarah teu geura leungit ciri nu mustari dina dirina.
Lain ngarasa asa pang sundana,lain ngarasa asa pang bisana,lain ngarasa asa pang aingna,tapi ngarasa nyaah ka kasundaana.

Geus aya nu tiluan maturan,kari nungguan tinekanan,bari tetep inget kana wiwitan,euweuh mahluk nu aya dina kalanggengan. 12 Pun Sapun Kuring Jurungkeun,nyampeur nu dihandeuleumkeun,tunda poho nu bareto,nu mangkuk di saung butut. Menta dijurungkeun ku nu diamanatan,muka sesa nu dihandeuleumkeun di daratan,nu ampir kapopohokeun jaman,kajadian di saung jalma duaan.
Sakabeh carita geus ngaruntuy jeung buktina,mang taun-taun diebrehkeun sawareh-sawareh,istuning runtuyan carita nu loba hartina,sajarah Pajajaran nu geus pageuh katoreh. Tadina hate teu narima bari mangmang ,nempo untuyan sajarah jiga di awing-awang,anging kersaning Gusti geuning bisa kasawang,dibarengan muntang ka Pangeran bisi nyalimpang. Ngan ukur bisa sumujud ka Nu Kawasa,padahal diri teu rumangsa bisa,mugia tinekanan ka nu jadi mangsa,ngawujudkeun amanat ngadegkeun deui ieu bangsa. Jang sakabeh urang sunda,nu ngarasa rahayat sunda,ulah poho aranjeun sunda,geura wani ngaku bangsa sunda

(Serat :20) Siliwangi Ki Santang - Ageman Sri Baduga Maharaja 3

Kacaritakeun
Baduga mulang bari mawa kamelang,geuning manahna saparat ngalalana kalah mawa kamelang,geuning nu tadina tandang malik jadi manggul kahariwang,

Baduga beak dengkak mulak-malik uteuk jang ngaleungitkeun nu jadi baluang. Dimimitian ku tekad awaking hayang ngudag nu sajati,Baduga mulang ka lembur mawa hiji bukti,yen diri manusa sakumaha wae disebutna sakti, euweuh nu bisa nandingan ajaran ieu nu bakal mawa mukti.
Bari ngaliwatan poe-poe nu jadi sesa,Baduga ngamimitian muka hate jang papatah Nu Maha Kawasa,beuki jero asa beuki euweuh tangan pangawasa, hate melang bisi teu kaburu mayaran dosa.

Dibarengan ku niat anu kuat,Baduga muntang menta diajar nepi ka parat, ngarah bisa bisa tengtrem nyanghareupan sakarat,ngarah kaburu keneh bebekelan nyanghareup akherat. Ku kersana Nu Maha Kawasa,sobat dalitna tungtungna balaka bari teu maksa,ngaenyakeun eta ageman jang nyalametkeun bangsa manusa,ngarah di akherat engke teu meunang siksa.
Ki Santang leukeun nuturkeun ti taun ka taun nu geus kaliwat, hayang milu menerkeun kahirupan Baduga nu jadi sobat,nepi ka tinekanan baturna tobat, sujud syukur ka Allah dipaparin waktos teu nepi ka telat. Robah jaman,robah mangsa,robah cara nempo dunya,emutan Baduga teu ngan ukur ngudag-ngudag dunya,geus ngamimitian nyawang alam saenggeus alam dunya, bari diomat-omatan sobatna ulah ninggalkeun kawajiban dudunya.

Baduga tungtungna nyekel pageuh ageman ka-Islam-an. Nu bakal mawa robah sajarah 13 kahareupna rahayat Pasundan,silih genti jeung Santang nyiarkeun ieu ageman,babarengan naratas jalan jang ngadegkeun kabeneran.
Mimiti eta Baduga ngarobah ngarana,di julukan Sunan Rohmat ayana, dimakamkeun haying jiga rahayatna,ngan ukur menta do¢a ti anak-anakna. Gelar anyar jang ngukir kayakinan anyar, Tah ayeuna geus diterangkeun Baduga teh siliwangi nu disebut Sunan Rohmat tea.

(Serat :21) Siliwangi Ki Santang - Ageman Sri Baduga Maharaja 4

Moal enya ari karajaan talukanana boga masjid agung, ari pamarentah pusatna teu boga? Lamun pamarentah daerah kabeh Islam, maenya pamarentah pusat Hindu? Intina pamarentah pusat pasti Islam, rajana oge. Sri Baduga Maharaja teh Islam,mun hayang bukti,tingali karajaan talukana, Islam lain? Mun Hindu,sunda bakal didominasi ku Hindu,aya tapak arca-arca Hindu. Eta buktina ! Eta buktina !

(Serat :22) Siliwangi Ki Santang - Kunaon Pajajaran Leungit?

Penghianatan ti jero istana,kalakuan Satria Hideung,leuwih ngora ti Sri Baduga Maharaja,anak bibina…,lalim,mawa pasukan rorokidul,siluman-siluman jabrig saawak-awak,bentrok maung jeung pasukan rupa-rupa bentukna. Pajajaran luhur gunung,dihandapna dikuriling sawah-sawah, maung-maung diposisi sawah-sawah,dayeuh geus dikepung, luareun sawah-sawah,euweuh jalan kaluar. Pasukan musuh mawa siluman-siluman. Dibantuan rorokidul,dayeuh dikepung, Bakal loba korban,Sri Baduga Maharaja jeung nu tetep satia ngaraleungit,kabur ka kidul,malipir gunung,ngajauhan dayeuh.
Dayeuh paburisat,rahayat kalabur,nu nyesa pasukan Satria Hideung,kabingungan,dayeuh ngemplong euweuh eusian. Musuh ngabagi,ngudag ka lima jalan,dayeuh molongpong,Ki Santang nutup ku halimunan,jadi leuweung geledegan. Musuh paburisat beuki teu ngartieun. Ngarumpul di hiji tempat luareun dayeuh nu nepi ka ayeuna pinuh ku siluman,nungguan mangsa muka halimunan.
Ayeuna eta tempat jadi tempat pamujaan,jang nyegik,melet jeung sajabana. Nu ku aranjeun dideukeutan kamari bari leumpang opatan. Curug tujuh. Tisemet eta Ki Santang ngarasa dinyerikeun Nyi Dewi, pangawasa laut kidul.. Nu ayeuna beuki ngarajalela,ngawut-ngawut akidah manusa. Dayeuh tetep dikepung. Nu ngadeukeutan atawa boga niat napak tilas ka dayeuh bakal digoda, dipengkolkeun ka tempat muja. Siluman-siluman disebar neangan nu bisa muka dayeuh. Can kapanggih. Eta nu dipikahariwang Ki Santang. 14 Kunaon bet titah bisa nyumput dinu caang. Can kuat ngalayanana,moal bisa ngalawan siluman-siluman eta ngan ku opatan,komo bari teu yakin mah. Matak cilaka. Ulah nanyakeun ka Ki Santang kunaon can muka. Tingali ka aranjeun opatan,tingali diri, can siap anjeun,loba kasieun,teu wani. Padahal geus waktuna,kudu pageuh pacekel-cekel leungeun. Anjeun teu nyaho naon nu bakal disanghareupan engkena. Siluman. Nu kungsi ngancurkeun Pajajaran. Ulah nyalahkeun guru kuring. Anggur giatkeun diri,meungpeung aya keneh umur. Sing boga tapak nu mulia jang balarea saencan aranjeun tilar dunya.


(Serat :23) Siliwangi Ki Santang - Keur Nu Dicalukan.

Bisi aranjeun hayang leuwih telek kana diri aranjeun sorangan,kuring InsyaAllah bisa mantuan mapay nu ku aranjeun geus kungsi kaliwatan,sakalian nunjukeun yen kami teh lain heuheureuyan,istuning ngalengkah satekah polah ngusahakeun jang nyukcruk galur ngarah bisa ngadeg deui urut Pajajaran.. Kanggo Ceu Ambu, saha nu boga dedegan lalaki sedeng eta ? Dedegan kyai seseg,osok mere papatah nu niiskeun hate lain? Osok datang kana ngimpi lain? Make baju bodas, panjang nepi ka satengah bitis,sok disebut Ki Haji lain? Geus lawas bareng ngabaturan lain?
Kang Ema, kalem,pinuh kayakinan,sarua anjeun oge keur nungguan,hayang bisa muka nu jadi wiwitan. Hayu urang geura ngamimitian,didasaran ku sarua nyaah kana kasundaan. Bisi aya nu can kapanggih nu ku anjeun diteangan,sugan kuring oge bisa saeutik mantuan,ngarah mangfaat kana kasundaan,kuring aya.

Kang Tirta, kuring nyaho anjeun geus boga jawaban,ulah salempang nepikeunbebeneran, geura milu babagi nanjeurkeun Kasundaan,geus mangsana urang ngalengkah babarengan. Kuring apal anjeun geus lawas nungguan,ieu mangsa jadi kanyataan, kajeun teu kaharti mun dipikiran,ulah ngan ukur dijadikeun lamunan.

Kang Tirta, kuring nyaho anjeun boga jawabana,ulah hariwang geura tepikeun kabalarea, salam ka anu sok mere anjeun beja. Urang bareng ngaguar deui sajarah sunda, nu geus lila ngacapang ku reka-reka. Kuring bakal datang,sugan saeutik bisa mere caang, ngarah mere hiji kayakinan,nu ayeuna ngan ukur kasawang. Kuring wakil ti Sancang, nepikeun nu kudu ditepikeun,ngajaga nu kudu dijaga,mulangkeun nu kudu mulang.

Salam ti kuring saparakanca. Ua Duq, ulah era miluan,da nu kieu mah moal kaharti ku akal pikiran. Sabab urang sakabeh mahluk ngan saeutik nu dibikeun ka urang-urang,uteuk urang aya watesna,moal bisa maca kajadian sakabeh alam. Anjeun ge pan teu bisa nerangkeun kunaon sok kaimpikeun jalma make komprang hideung,iket hideung,barangbang semplak,nu sok rajeun datang nepungan,kajeun ngan kana ngimpi anjeun wungkul? Ulah era,lain ukur anjeun nu ngalaman,sing tumarima dicalukan.

Mang Ucup, bisi panasaran elmu naon wae nu aya di Pajajaran,kersaning Gusti sugan kuring bisa mantuan.

(Serat :24) Siliwangi Ki Santang - Kanggo Nu Dicalukan

Kang Ema, ke oge datang.
Ua Duq, Susuktunggal lin? Ceuk Ki Barangbang Semplak nu sok make iket? AyaSanding Taman, Nyi Galuh,Dewi Anggraeni,Siti Masyitoh,Siti Hotijah,nu mana? Inget kuring lain Baduga,kuring nyaho mun harita dibejaan ku Baduga. Nu dirusiahkeun manehna ka kuring mah teu nyaho.

Kang Iman, lain incuna incu Baduga nu hianat teh,tapi ti anak bibina,dedegana jangkung leutik, boga hubungan deukeut jeung Majapait,rorokidul,teu dibantuan ku Gunung Jati. Baduga awakna teu jangkung. Rada lintuh.

Kang Iman, Lemah Dewasasana,Jaya Dewata,Jaka Lalana,Dewa Jagat Nata,jeung sajabana mah ngan ukur landihan…Kuring leuwih ngeunah nyebut Sunan Rohmat. Saha nu kungsi hirup jaman baheula,nepi ka nyaho taun-tauna. Karunya teuing Baduga diduruk ditungtung hirupna,padahal anjeuna mulang dibarengan katenangan dina bathina. Saha nu nyaksian Baduga sapopoena,nepi ka apal bukur-bukurna,watir teuing disangka euweuh jasana,padahal boga ngaran nu sakitu ahengna. Saha nu milu nempo jalan hirupna, nepi ka yakin asa milu ngalamana,deudeuh teuing disangka jalma loba dosana, padahal gede baktina.

Kang Agus, ari Batarakarang di jaman kiwari rek dipake jang naon? Jang narik harta? Aya anu kabuktian? Moal..Batarakarang loba dipake jang nyedot duit 16 jsb. Disebut BK. Elmu nu dipiboga Sri Baduga keur can pindah ka Islam,kadugalan oge. Dipiceun teu dipake saenggeus asup Islam.Aya jimatna,bentukna jiga kalong. Hirup mun dibere getih.

(Serat :25) Siliwangi Ki Santang - Kanggo Nu Dicalukan.

Kuring nonggerak, saacana menta dihampura ka balarea,rumasa make basa nu garihal karasana, supaya euweuh nu ngarasa dibeda-beda,kuring ngahaja make basa sunda nu ayeuna. Kuring nonggerak,teu ngarasa mikaboga elmu luhung ayana,kuring ngan ukur makhluk biasa, nu sapopoe kumalendang di alam dunya,nuturkeun cai kamana ngucurna. Kang Agus Pakusarakan, eta ajian kungsi jadi cecekelan sobat kuring, Ngan hanjakal dipake bari ngandelkeun bantuan bangsa kuring, eta oge nu teu ngarti kana aturan,da sabenerna teu meunang dina agama. Kuring teu wawuh jeung nu sabangsa kitu,kajeub ajiana kuring bias,lain mawa waluya.
Kang Iman, kuring hormat jeung muji kana kategesan anjeun ngeunaan Baduga (Siliwangi), keun urang teundeun mun manggihan nu beda,urang gedekeun jeung hijikeun nu sarua, sabab urang kudu taki-taki mapag mangsa kahareupna. Kuring bungah nu euweuh papadana,geuning loba keneh urang sunda nu nyekel kasundaana, eta tanaga nu teu leutik gunana,jang ngalengkah nimukeun deui jati diri sunda nu ampir euweuh dikieuna.
Sakali deui Kang Tirta, keun kuring nu rek tandang,teu kudu ngahaja datang ka Sancang,kuring ti Sancang tilu ngawakilan sakabeh sancang, kuring katitipan salam sadulur ti Ki Santang.
Kang Ema,tuturkeun we caritana,ke oge bakal pinanggih jeung anu kuduna,tuturkeun we caritana.

Kang Roche, budak cicingeun hayang disebut budak baong? Teu kudu hariwang kuring bakal sabisa-bisa noong, ke oge ngalaman nu sok rajeun ngaliwat kana pikiran,sugan jeung sugan ku Allah diijinan. Kuring muji kana pikiran nu panasaran, sabab bakal metot jelema jang neangan, ngorehan sesa-sesa nu bakal jadi cecekelan, ngarah teu kasasab ka alam kangeunahan. Kang Dekky Mulyadi, nu ngawakilan budak kiwari mentingkeun eusi nu pondok bari nyari,teu ngan saukur hayang kaciri, mugi pinanggih jeung jati diri. 17 Waliwis Bodas, hiber di awang-awang,boga hate nu kerep baluang,nuturkeun indung suku mapay- mapay alam anu ngambang, muga anjeun hirup mawa seungit kembang. Waluya, hiji ngaran nu diudag ku sakabeh jalma di dunya,hampura kuring teu wani muka anjeun boga sukma,ari teu diijinan ku nu mikabogana.

Netta, Sunda bakal pinanggih deui jeung kadigdayaan,asal urang teu poho kana wiwitan, teu miceun nu geus jadi ciri kasundaan,teu ngaleungitkeun jasa jalma nu kungsi ngagedekeun Pajajaran.

Kang Kumincir, hampura kuring teu pati apal anjeun saha,ngan kuring teteg na hate anjeun jalma nu moal ngasaha-saha,kuring aya ukur ngahaok supaya sunda ngarasa lain nu saha, ngajak urang sunda leuwih ngahareupkeun usaha. Nitip salam ka urang lembur,kudu bisa duduluran kajeun lain dulur,urang babarengan geura nyukcruk galur,muka deui jalan jang ngaraketkeun sakabeh urang sunda sing asa jadi dulur.

Ceu Roro, hampura mun kuring salah tetempoan,ngan kuring tetep gede harepan,teu kahalang umur nu geus elat-elatan,urang mangfaatkeun sugan teu kahalangan. Hampura kanu geus disebutan ngan teu kaburu dikorehan,sugan isuk jaga aya mangsa digeroan.

(Serat :26) Siliwangi Ki Santang - Cirebon Menta Misah.

Cirebon menta misah lain kusabab Pajajaran lain Islam,aya hiji satria nu hayang leuwih meunang kakawasaan,ngahiji jeung karajaan tatangga nu geus lila mumusuhan, niupan hasutan supaya teu ngaku deui ka raja Pajajaran. Geus kasawang ku Siliwangi saacana, aya kajadian nu bakal ngarusak karajaana,kusabab Siliwangi boga hate nu wicaksana, milih malipir ngarah teu loba nu jadi korbana. Siliwangi geus teu pati ngagungkeun dunya, teu kabita ngan ukur ngudag-ngudag dunya,Siliwangi geus loba tafakur nyiapkeun bekel saenggeus dunya,ngarah tegep teger mun geus mangsana ninggalkeun dunya.

(Serat :27) Siliwangi Ki Santang - Deudeuh Teuing Sunda.

Kajadian kaluar tina kepungan geus lain kaanehan,loba kaalaman ku jalma-jalma kiwari nu milu peperangan,kunaon bet dianggap carita bobodoan,padahal ngaleungitna eusi dayeuh harita bener kanyataan. Teu kudu bingung kunaon Cirebon menta pipisahan,kajeun sarua Islam tapi beda prakprakan,katambah aya hiji jalma nu hayang kakawasaan,nepi ka tega menta bantuan raja nu ngamusuhan. Teu kudu disumput-sumput ratu laut kidul milu ngarusak Sunda,da kajeun kumaha geus loba pisan buktina,komo dicampur-campur jiga ajaran agama,beuki jauh mengkol hate jalma. Ka sakabeh urang Sunda,nu ngaku atawa henteu anjeun Sunda,sakeudeung deui moal aya bangsa Sunda,sakeudeung deui Sunda tinggal carita. Kuring ngan ukur bisa ngajak nempo diri,kuring ngan ukur nitah geura nempo ciri,saencan leungit ieu nagari,jiga beuki leungitna ngaran Dewi Sri. Geura sosonoan kana kecap Sunda,sabab Sunda bakal euweuh dikieuna,jiga kacontoan ku loba bangsa di dunya,nu ayeuna ngan ukur tinggal ngarana.

Deudeuh teuing sobat kuring Siliwangi,sakitu kungsi boga ngaran anu wangi,geuning bangsa anjeun bakal leungit ti ieu bumi,ngabarengan leungitna dayeuh diteureuy bumi. Pileuleuyan Sunda,pileuleuyan Baduga,nasib anjeun teu beda,ngan ukur jadi legenda. Geuning nu wani teu loba,ngan ukur saeutik nu nyaah ka Sunda,moal cukup jang ngalawan angkara,nu hayang keungit ieu Sunda.

Ki Santang lain mahluk abadi,sarua jeung urang sarerea teu abadi,kawatesan ku umur nu ditangtukeun ku Gusti,boa isuk geto Ki Santang mulang ka Gusti


(Serat :28) Siliwangi Ki Santang - Deudeuh Teuing Siliwangi.

Hiji mangsan lahir ka dunya hiji budak lalaki, leutik tur istuning ririwit eta budak lalaki, matak pikahariwangeun indung bapana, euweuh nu nyangka eta budak bakal terus aya dikieuna.

Ti leuleutik eta budak beda pipikiran, ngaleuwihan tina umurna, katempo beda jeung jelema sakurilingna. Siliwangi leutik niliktik hirup di alam pikirana sorangan, lolobana euweuh jalma nu bisa ngabaturan, kusabab loba pisan nu teu kaharti ku akal pikiran.
Mang taun-taun Siliwangi ngarasa sosoranganan, bongan mun mikir siga sakahayang sorangan, jiga nu teu malire kana omongan babaturan, kusabab Siliwangi bisa nyawang nu acan ka alaman.

Kersaning Gusti nu masihan widi, Siliwangi bisa marentah lemah-seuneu-angin jeung cai, boga kakuatan diri nu moal kaharti, Siliwangi gede jadi manusa nu bener-bener sakti.

Dina kahirupan nu loba sorangan, tungtungna pinanggih jeung nu sadia maturan, hiji makhluk nu beda kaayaan, istuning eta sobatna sabar ngabaturan.

Kapeurih dina kahirupana nu asa sosoranganan, ka ubaran ku hadirna sobat nu kerep ngadatangan, babaturan nu teu petot mamatahan, mere papatah nu mana nu meunang jeung teu meunang dilakonan. 19 Siliwangi leutik gubrag ka dunya, ririwit teu nyana bakal terus ngalalana, anging kersana Nu Maha Kawasa, kajeun jiga teu daya eusi awakna beda.

Siliwangi geus bisa ngahijikeun raja-raja satatar Sunda, anu cenah mah pangaruhna nepi ka Sumatra, kunaon saenggeus anjeuna tilar dunya, Sunda bakal ukur tinggal ngarana?

Deudeuh teuing anjeun Siliwangi Raja Sunda, dibere gelar anu mere wawangi ka nagari Sunda, ayeuna bet aya nu norehkeun anjeun ngarusak Sunda, nepi ka tega anjeun disebut mawa angkara murka.

Bener anjeun lain jalma sampurna, ngan kuring apal anjeun gede jasana, bisa mingpin Sunda nepi ka puncak jayana, bisa ngawangun tatar Sunda nu dipikaseuseub kutatanggana.

Deudeuh teuing Siliwangi sobat kula, geuning nu ceuceub ka anjeun beuki dieu beuki loba, geuning ngan saeutik urang Sunda nu masih keneh ngarasa anjeun urut raja Sunda nepi ka euweuh rahayat Sunda nu apal anjeun dimakamkeun dimana. Geura ngaca ka nagari Cina, nepi ayeuna apal tulisanana, bari susulumputan na jero hatena ngajungjung carita raja-rajana, teu kawas urang Sunda nu teu apal tulisan Sunda kumaha, jeung na jero hatena embung ngaku carita rajana.

Kuring ngan ukur bisa ngalengis bari nyurucud cimata, ngaheruk nuturkeun carita anjeun ayeuna, mun anjeun ayeuna aya keneh dikieuna, istuning anjeun bakal ngahelas kungsi diborojolkeun ka dunya.
Haturan simkuring Suadma, Haturnuhun kuring disebut Aswatama, kuring bungah disangka ngarang-ngarang carita, kuring ngan ngajak aranjeun geura nyaring jadi urang Sunda jiga baheula.
~Wassalamu’alaikum wr wb..
Kuring Nonggerek~

(Serat :29) Siliwangi Ki Santang - Tanda Kembang 1.

Sampurasun,kuring ti Sancang Pakidulan, hampura kuring teu bisa nyebutkeun ngaran, sabab aya nu keur ditungguan, mantuan nu ngoreh dina pasesaan.
Kalakay jeung tutunggul, meunang pancen beurat kudu dipanggul, bari kudu pageuh leumpang lempeng luhur tanggul, bari keukeuh sirah kudu tungkul.
Kuring Kule, kuring ngagiring ieu jalma, ngarah bisa muka nu geus lawas teu bisa kabuka. dayeuh muka digantian ieu kembang.

(Serat :30) Siliwangi Ki Santang - Tanda Kembang 2.

Sampurasun,kuring ti Sancang Pakidulan, hampura kuring teu bisa nyebutkeun ngaran, sabab aya nu keur ditungguan, mantuan nu ngoreh dina pasesaan.
Kalakay jeung tutunggul, meunang pancen beurat kudu dipanggul, bari kudu pageuh leumpang lempeng luhur tanggul, bari keukeuh sirah kudu tungkul.
Kuring Kule, kuring ngagiring ieu jalma, ngarah bisa muka nu geus lawas teu bisa kabuka.
Kuring ngawakilan maung hideung, nu loba kapanggih di tengah leuweung, kuring kapaksa nyumput bisi dititah jalma teu hideng, nu sarakah menta muka sesa nu dihandeuleumkeun.
Kuring mawa Tanda Kembang, jang nunjukeun ieu jalma wawakil Sancang, ke dina mangsana nyanghareup tempat nu dianggap Siliwangi ngahiang, dayeuh muka digantian ieu kembang.
Kuring ngawakilan maung hideung, nu loba kapanggih di tengah leuweung, kuring kapaksa nyumput bisi dititah jalma teu hideng, 20 nu sarakah menta muka sesa nu dihandeuleumkeun.
Kuring mawa Tanda Kembang, jang nunjukeun ieu jalma wawakil Sancang, ke dina mangsana nyanghareup tempat nu dianggap Siliwangi ngahiang,

Sumber www.salaka.net

Read more: http://bandung.blogspot.com/2011/06/carita-siliwangi-kian-santang-jeung.html#ixzz1QfOmB5RK

Mengenal Sejarah Aksara Sunda

Pada awal tahun 2000-an pada umumnya masyarakat Jawa Barat hanya mengenal adanya satu jenis aksara daerah Jawa Barat yang disebut sebagai Aksara Sunda. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa setidaknya ada empat jenis aksara yang menyandang nama Aksara Sunda, yaitu :
1. Aksara Sunda Kuna
2. Aksara Sunda Cacarakan
3. Aksara Sunda Pegon
4. Aksara Sunda Baku
Dari empat jenis Aksara Sunda ini, Aksara Sunda Kuna dan Aksara Sunda Baku dapat disebut serupa tapi tak sama. Aksara Sunda Baku merupakan modifikasi Aksara Sunda Kuna yang telah disesuaikan sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk menuliskan Bahasa Sunda kontemporer. Modifikasi tersebut meliputi penambahan huruf (misalnya huruf va dan fa), pengurangan huruf (misalnya huruf re pepet dan le pepet), dan perubahan bentuk huruf (misalnya huruf na dan ma).


Sejarah Aksara Sunda Kuna
Penggunaan Aksara Sunda Kuna dalam bentuk paling awal antara lain dijumpai pada prasasti-prsasasti yang terdapat di Astanagede, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, dan Prasasti Kebantenan yang terdapat di Kabupaten Bekasi.Edi S. Ekajati mengungkapkan bahwa keberadaan Aksara Sunda Kuna sudah begitu lama tergeser karena adanya ekspansi Kerajaan Mataram Islam ke wilayah Priangan kecuali Cirebon dan Banten. Pada waktu itu para menak Sunda lebih banyak menjadikan budaya Jawa sebagai anutan dan tipe ideal. Akibatnya, kebudayaan Sunda tergeser oleh kebudayaan Jawa. Bahkan banyak para penulis dan budayawan Sunda yang memakai tulisan dan ikon-ikon Jawa.
Bahkan VOC pun membuat surat keputusan, bahwa aksara resmi di daerah Jawa Barat hanya meliputi Aksara Latin, Aksara Arab Gundul (Pegon) dan Aksara Jawa (Cacarakan). Keputusan itu ditetapkan pada tanggal 3 November 1705. Keputusan itu pun didukung para penguasa Cirebon yang menerbitkan surat keputusan serupa pada tanggal 9 Februari 1706. Sejak saat itu Aksara Sunda Kuno terlupakan selama berabad-abad. Masyarakat Sunda tidak lagi mengenal aksaranya. Kalaupun masih diajarkan di sekolah sampai penghujung tahun 1950-an, rupanya salah kaprah. Pasalnya, yang dipelajari saat itu bukanlah Aksara Sunda Kuna, melainkan Aksara Jawa yang diadopsi dari Mataram dan disebut dengan Cacarakan.


Aksara Sunda Baku
Setidaknya sejak Abad IV masyarakat Sunda telah lama mengenal aksara untuk menuliskan bahasa yang mereka gunakan. Namun demikian pada awal masa kolonial, masyarakat Sunda dipaksa oleh penguasa dan keadaan untuk meninggalkan penggunaan Aksara Sunda Kuna yang merupakan salah satu identitas budaya Sunda. Keadaan yang berlangsung hingga masa kemerdekaan ini menyebabkan punahnya Aksara Sunda Kuna dalam tradisi tulis masyarakat Sunda.

Pada akhir Abad XIX sampai pertengahan Abad XX, para peneliti berkebangsaan asing (misalnya K. F. Holle dan C. M. Pleyte) dan bumiputra (misalnya Atja dan E. S. Ekadjati) mulai meneliti keberadaan prasasti-prasasti dan naskah-naskah tua yang menggunakan Aksara Sunda Kuna. Berdasarkan atas penelitian-penelitian sebelumnya, pada akhir Abad XX mulai timbul kesadaran akan adanya sebuah Aksara Sunda yang merupakan identitas khas masyarakat Sunda. Oleh karena itu Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Barat menetapkan Perda No. 6 tahun 1996 tentang Pelestarian, Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara Sunda yang kelak digantikan oleh Perda No. 5 tahun 2003 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah.

Pada tanggal 21 Oktober 1997 diadakan Lokakarya Aksara Sunda di Kampus UNPAD Jatinangor yang diselenggarakan atas kerja sama Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat dengan Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Kemudian hasil rumusan lokakarya tersebut dikaji oleh Tim Pengkajian Aksara Sunda. Dan akhirnya pada tanggal 16 Juni 1999 keluar Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor 343/SK.614-Dis.PK/99 yang menetapkan bahwa hasil lokakarya serta pengkajian tim tersebut diputuskan sebagai Aksara Sunda Baku.

Saat ini Aksara Sunda Baku mulai diperkenalkan di kepada umum antara lain melalui beberapa acara kebudayaan daerah yang diadakan di Bandung. Selain itu, Aksara Sunda Baku juga digunakan pada papan nama Museum Sri Baduga, Kampus Yayasan Atikan Sunda dan Kantor Dinas Pariwisata Daerah Kota Bandung. Langkah lain juga diambil oleh Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya yang menggunakan Aksara Sunda Baku pada papan nama jalan-jalan utama di kota tersebut.

Namun demikian, setidaknya hingga akhir tahun 2007 Dinas Pendidikan Nasional Propinsi Jawa Barat belum juga mewajibkan para siswa untuk mempelajari Aksara Sunda Baku sebagaimana para siswa tersebut diwajibkan untuk mempelajari Bahasa Sunda. Langkah memperkenalkan aksara daerah mungkin akan dapat lebih mencapai sasaran jika Aksara Sunda Baku dipelajari bersamaan dengan Bahasa Sunda. Dinas Pendidikan Nasional Propinsi Lampung dan Propinsi Jawa Tengah telah jauh-jauh hari menyadari hal ini dengan mewajibkan para siswa Sekolah Dasar yang mempelajari bahasa daerah untuk juga mempelajari aksara daerah.


Perbandingan antara Aksara Sunda Baku dan Sunda Kuna

Sebagaimana diungkapkan di atas, Aksara Sunda Baku merupakan hasil penyesuaian Aksara Sunda Kuna yang digunakan untuk menuliskan Bahasa Sunda kontemporer. Penyesuaian itu antara lain didasarkan atas pedoman sebagai berikut:
bentuknya mengacu pada Aksara Sunda Kuna sehingga keasliannya dapat terjaga,
bentuknya sederhana agar mudah dituliskan,
sistem penulisannya berdasarkan pemisahan kata demi kata,
ejaannya mengacu pada Bahasa Sunda mutakhir agar mudah dibaca.
Dalam pelaksanaannya, penyesuaian tersebut meliputi penambahan huruf (misalnya huruf va dan fa), pengurangan huruf (misalnya huruf re pepet dan le pepet), dan perubahan bentuk huruf (misalnya huruf na dan ma).


Read more: http://bandung.blogspot.com/2011/06/mengenal-sejarah-aksara-sunda.html#ixzz1QfOK587w

Sejarah Bandung

Mengenai asal-usul nama "Bandung", dikemukakan berbagai pendapat. Sebagian mengatakan bahwa, kata "Bandung" dalam bahasa Sunda, identik dengan kata "banding" dalam Bahasa Indonesia, berarti berdampingan. Ngabanding (Sunda) berarti berdampingan atau berdekatan. Hal ini antara lain dinyatakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka (1994) dan Kamus Sunda-Indonesia terbitan Pustaka Setia (1996), bahwa kata bandung berarti berpasangan dan berarti pula berdampingan.


Pendapat lain mengatakan, bahwa kata "bandung" mengandung arti besar atau luas. Kata itu berasal dari kata bandeng. Dalam bahasa Sunda, ngabandeng berarti genangan air yang luas dan tampak tenang, namun terkesan menyeramkan. Diduga kata bandeng itu kemudian berubah bunyi menjadi Bandung. Ada pendapat lain yang menyatakan bahwa kata Bandung berasal dari kata bendung.
Pendapat-pendapat tentang asal dan arti kata Bandung, rupanya berkaitan dengan peristiwa terbendungnya aliran Sungai Citarum purba di daerah Padalarang oleh lahar Gunung Tangkuban Parahu yang meletus pada masa holosen (± 6000 tahun yang lalu).
Akibatnya, daerah antara Padalarang sampai Cicalengka (± 30 kilometer) dan daerah antara Gunung Tangkuban Parahu sampai Soreang (± 50 kilometer) terendam menjadi sebuah danau besar yang kemudian dikenal dengan sebutan Danau Bandung atau Danau Bandung Purba. Berdasarkan hasil penelitian geologi, air Danau Bandung diperkirakan mulai surut pada masa neolitikum (± 8000 - 7000 sebelum Masehi). Proses surutnya air danau itu berlangsung secara bertahap dalam waktu berabad-abad.
Secara historis, kata atau nama Bandung mulai dikenal sejak di daerah bekas danau tersebut berdiri pemerintah Kabupaten bandung (sekitar decade ketiga abad ke-17). Dengan demikian, sebutan Danau Bandung terhadap danau besar itu pun terjadi setelah berdirinya Kabupaten Bandung.
Berdirinya Kabupaten Bandung
Sebelum Kabupaten Bandung berdiri, daerah Bandung dikenal dengan sebutan "Tatar Ukur". Menurut naskah Sadjarah Bandung, sebelum Kabupaten Bandung berdiri, Tatar Ukur adalah termasuk daerah Kerajaan Timbanganten dengan ibukota Tegalluar. Kerajaan itu berada dibawah dominasi Kerajaan Sunda-Pajajaran. Sejak pertengahan abad ke-15, Kerajaan Timbanganten diperintah secara turun temurun oleh Prabu Pandaan Ukur, Dipati Agung, dan Dipati Ukur. Pada masa pemerintahan Dipati Ukur, Tatar Ukur merupakan suatu wilayah yang cukup luas, mencakup sebagian besar wilayah Jawa Barat, terdiri atas sembilan daerah yang disebut "Ukur Sasanga".
Setelah Kerajaan Sunda-Pajajaran runtuh (1579/1580) akibat gerakan Pasukan banten dalam usaha menyebarkan agama Islam di daerah Jawa Barat, Tatar Ukur menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Sumedanglarang, penerus Kerajaan Pajajaran. Kerajaan Sumedanglarang didirikan dan diperintah pertama kali oleh Prabu Geusan Ulun pada (1580-1608), dengan ibukota di Kutamaya, suatu tempat yang terletak sebelah Barat kota Sumedang sekarang. Wilayah kekuasaan kerajaan itu meliputi daerah yang kemudian disebut Priangan, kecuali daerah Galuh (sekarang bernama Ciamis).
Ketika Kerajaan Sumedang Larang diperintah oleh Raden Suriadiwangsa, anak tiri Geusan Ulun dari rtu Harisbaya, Sumedanglarang menjadi daerah kekuasaan Mataram sejak tahun 1620. Sejak itu status Sumedanglarang pun berubah dari kerajaan menjadi kabupaten dengan nama Kabupaten Sumedang. Mataram menjadikan Priangan sebagai daerah pertahanannya di bagian Barat terhadap kemungkinan serangan Pasukan Banten dan atau Kompeni yang berkedudukan di Batavia, karena Mataram di bawah pemerintahan Sultan Agung (1613-1645) bermusuhan dengan Kompeni dan konflik dengan Kesultanan Banten.
Untuk mengawasi wilayah Priangan, Sultan Agung mengangkat Raden Aria Suradiwangsa menjadi Bupati Wedana (Bupati Kepala) di Priangan (1620-1624), dengan gelar Pangeran Rangga Gempol Kusumadinata, terkenal dengan sebutan Rangga Gempol I.
Tahun 1624 Sultan agung memerintahkan Rangga Gempol I untuk menaklukkan daerah Sampang (Madura). Karenanya, jabatan Bupati Wedana Priangan diwakilkan kepada adik Rangga Gempol I pangeran Dipati Rangga Gede. Tidak lama setelah Pangeran Dipati Rangga Gede menjabat sebagai Bupati Wedana, Sumedang diserang oleh Pasukan Banten. Karena sebagian Pasukan Sumedang berangkat ke Sampang, Pangeran Dipati Rangga Gede tidak dapat mengatasi serangan tersebut. Akibatnya, ia menerima sanksi politis dari Sultan Agung. Pangeran Dipati Rangga Gede ditahan di Mataram. Jabatan Bupati Wedana Priangan diserahkan kepada Dipati Ukur, dengan syarat ia harus dapat merebut Batavia dari kekuasaan Kompeni.
Tahun 1628 Sultan Agung memerintahkan Dipati Ukur untuk membantu pasukan Mataram menyerang Kompeni di Batavia. Akan tetapi serangan itu mengalami kegagalan. Dipati Ukur menyadari bahwa sebagai konsekwensi dari kegagalan itu ia akan mendapat hukuman seperti yang diterima oleh Pangeran Dipati Rangga gede, atau hukuman yang lebih berat lagi. Oleh karena itu Dipati Ukur beserta para pengikutnya membangkang terhadap Mataram. Setelah penyerangan terhadap Kompeni gagal, mereka tidak datang ke Mataram melaporkan kegagalan tugasnya. Tindakan Dipati Ukur itu dianggap oleh pihak Mataram sebagai pemberontakan terhadap penguasa Kerajaan Mataram.
Terjadinya pembangkangan Dipati Ukur beserta para pengikutnya dimungkinkan, antara lain karena pihak Mataram sulit untuk mengawasi daerah Priangan secara langsung, akibat jauhnya jarak antara Pusat Kerajaan Mataram dengan daerah Priangan. Secara teoritis, bila daerah tersebut sangat jauh dari pusat kekuasaan, maka kekuasaan pusat di daerah itu sangat lemah. Walaupun demikian, berkat bantuan beberapa Kepala daerah di Priangan, pihak Mataram akhirnya dapat memadamkan pemberontakan Dipati Ukur. Menurut Sejarah Sumedang (babad), Dipati Ukur tertangkap di Gunung Lumbung (daerah Bandung) pada tahun 1632.
Setelah "pemberontakan" Dipati Ukur dianggap berakhir, Sultan Agung menyerahkan kembali jabatan Bupati Wedana Priangan kepada Pangeran Dipati Rangga Gede yang telah bebas dari hukumannya. Selain itu juga dilakukan reorganisasi pemerintahan di Priangan untuk menstabilkan situasi dan kondisi daerah tersebut. Daerah Priangan di luar Sumedang dan Galuh dibagi menjadi tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung, Kabupaten Parakanmuncang dan Kabupaten Sukapura dengan cara mengangkat tiga kepala daerah dari Priangan yang dianggap telah berjasa menumpas pemberontakan Dipati Ukur.
Ketiga orang kepala daerah dimaksud adalah Ki Astamanggala, umbul Cihaurbeuti diangkat menjadi mantri agung (bupati) Bandung dengan gelar Tumenggung Wiraangunangun, Tanubaya sebagai bupati Parakanmuncang dan Ngabehi Wirawangsa menjadi bupati Sukapura dengan gelar Tumenggung Wiradadaha. Ketiga orang itu dilantik secara bersamaan berdasarkan "Piagem Sultan Agung", yang dikeluarkan pada hari Sabtu tanggal 9 Muharam Tahun Alip (penanggalan Jawa). Dengan demikian, tanggal 9 Muharam Taun Alip bukan hanya merupakan hari jadi Kabupagten Bandung tetapi sekaligus sebagai hari jadi Kabupaten Sukapura dan Kabupaten Parakanmuncang.
Berdirinya Kabupaten Bandung, berarti di daerah Bandung terjadi perubahan terutama dalam bidang pemerintahan. Daerah yang semula merupakan bagian (bawahan) dari pemerintah kerajaan (Kerajaan Sunda-Pajararan kemudian Sumedanglarang) dengan status yang tidak jelas, berubah menjadi daerah dengan sttus administrative yang jelas, yaitu kabupaten.
Setelah ketiga bupati tersebut dilantik di pusat pemerintahan Mataram, mereka kembali ke daerah masing-masing. Sadjarah Bandung (naskah) menyebutkan bahwa Bupati Bandung Tumeggung Wiraangunangun beserta pengikutnya dari Mataram kembali ke Tatar Ukur. Pertama kali mereka dating ke Timbanganten. Di sana bupati Bandung mendapatkan 200 cacah. Selanjutnya Tumenanggung Wiraangunangun bersama rakyatnya membangun Krapyak, sebuah tempat yang terletak di tepi Sungat Citarum dekat muara Sungai Cikapundung, (daerah pinggiran Kabupaten Bandung bagian Selatan) sebagai ibukota kabupaten. Sebagai daerah pusat kabupaten Bandung, Krapyak dan daerah sekitarnya disebut Bumi kur Gede.
Wilayah administrative Kabupaten Bandung di bawah pengaruh Mataram (hingga akhir abad ke-17), belum diketahui secara pasti, karena sumber akurat yang memuat data tentang hal itu tidak/belum ditemukan. Menurut sumber pribumi, data tahap awal Kabupaten Bandung meliputi beberapa daerah antara lain Tatar Ukur, termasuk daerah Timbanganten, Kuripan, Sagaraherang, dan sebagian Tanahmedang.
Boleh jadi, daerah Priangan di luar Wilayah Kabupaten Sumedang, Parakanmuncang, Sukapura dan Galuh, yang semula merupakan wilayah Tatar Ukur (Ukur Sasanga) pada masa pemerintahan Dipati Ukur, merupakan wilayah administrative Kabupaten Bandung waktu itu. Bila dugaan ini benar, maka Kabupaten Bandung dengan ibukota Krapyak, wilayahnya mencakup daerah Timbanganten, Gandasoli, Adiarsa, Cabangbungin, Banjaran, Cipeujeuh, Majalaya, Cisondari, Rongga, Kopo, Ujungberung dan lain-lain, termasuk daerah Kuripan, Sagaraherang dan Tanahmedang.
Kabupaten Bandung sebagai salah satu Kabupaten yang dibentuk Pemerintah Kerajaan Mataram, dan berada di bawah pengaruh penguasa kerajaan tersebut, maka sistem pemerintahan Kabupaten Bandung memiliki sistem pemerintahan Mataram. Bupati memiliki berbagai jenis symbol kebesaran, pengawal khusus dan prajurit bersenjata. Simbol dan atribut itu menambah besar dan kuatnya kekuasaan serta pengaruh Bupti atas rakyatnya.
Besarnya kekuasaan dan pengaruh bupati, antara lain ditunjukkan oleh pemilikan hak-hak istimewa yang biasa dmiliki oleh raja. Hak-hak dimaksud adalah hak mewariskan jabatan, ha memungut pajak dalam bentuk uang dan barang, ha memperoleh tenaga kerja (ngawula), hak berburu dan menangkap ikan dan hak mengadili.
Dengan sangat terbatasnya pengawasan langsung dari penguasa Mataram, maka tidaklah heran apabila waktu itu Bupati Bandung khususnya dan Bupati Priangan umumnya berkuasa seperti raja. Ia berkuasa penuh atas rakyat dan daerahnya. Sistem pemerinatahn dan gaya hidup bupati merupakan miniatur dari kehidupan keraton. Dalam menjalankan tugasnya, bupati dibantu oleh pejabat-pejabat bawahannya, seperti patih, jaksa, penghulu, demang atau kepala cutak (kepala distrik), camat (pembantu kepala distrik), patinggi (lurah atau kepala desa) dan lain-lain.
Kabupaten Bandung berada dibawah pengaruh Mataram sampai akhir tahun 1677. Kemudian Kabupaten Bandung jatuh ketangan Kompeni. Hal itu terjadi akibat perjanjian Mataram-Kompeni (perjanjian pertama) tanggal 19-20 Oktober 1677. Di bawah kekuasaan Kompeni (1677-1799), Bupati Bandung dan Bupati lainnya di Priangan tetap berkedudukan sebagai penguasa tertinggi di kabupaten, tanpa ikatan birokrasi dengan Kompeni.
Sistem pemerintahan kabupaten pada dasarnya tidak mengalami perubahan, karena Kompeni hanya menuntut agar bupati mengakui kekuasaan Kompeni, dengan jaminan menjual hasil-hasil bumi tertentu kepada VOC. Dalam hal ini bupati tidak boleh mengadakan hubungan politik dan dagang dengan pihak lain. Satu hal yang berubah adalah jabatan bupati wedana dihilangkan. Sebagai gantinya, Kompeni mengangkat Pangeran Aria Cirebon sebagai pengawas (opzigter) daerah Cirebon-Priangan (Cheribonsche Preangerlandan).
Salah satu kewajiban utama bupati terhadap kompeni adalah melaksanakan penanaman wajib tanaman tertentu, terutama kopi, dan menyerahkan hasilnya. Sistem penanaman wajib itu disebut Preangerstelsel. Sementara itu bupati wajib memelihara keamanan dan ketertiban daerah kekuasaannya. Bupati juga tidak boleh mengangkat atau memecat pegawai bawahan bupati tanpa pertimbangan Bupati Kompeni atau penguasa Kompeni di Cirebon. Agar bupati dapat melaksanakan kewajiban yang disebut terakhir dengan baik, pengaruh bupati dalam bidang keagamaan, termasuk penghasilan dari bidang itu, seperti bagian zakar fitrah, tidak diganggu baik bupati maupun rakyat (petani) mendapat bayaran atas penyerahan kopi yang besarnya ditentukan oleh Kompeni.
Hingga berakhirnya kekuasaan Kompeni-VOC akhir tahun 1779, Kabupaten Bandung beribukota di Krapyak. Selama itu Kabupaten Bandung diperintah secara turun temurun oleh enam orang bupati. Tumenggung Wiraangunangun (merupakan bupati pertama) ankatan Mataram yang memerintah sampai tahun 1681. Lima bupati lainnya adalah bupati angkatan Kompeni yakni Tumenggung Ardikusumah yang memerintah tahun 1681-1704, Tumenggung Anggadireja I (1704-1747), Tumenggung Anggadireja II (1747-1763), R. Anggadireja III dengan gelar R.A. Wiranatakusumah I (1763-1794) dan R.A. Wiranatakusumah II yang memerintah dari tahun 1794 hingga tahun 1829. Pada masa pemerintahan bupati R.A. Wiranatakusumah II, ibukota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Karapyak ke Kota Bandung.

Berdirinya Kota Bandung
Ketika Kabupaten Bandung dipimpin oleh Bupati RA Wiranatakusumah II, kekuasaan Kompeni di Nusantara berakhir akibat VOC bangkrut (Desember 1799). Kekuasaan di Nusantara selanjutnya diambil alih oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan Gubernur Jenderal pertama Herman Willem Daendels (1808-1811).
Sejalan dengan perubahan kekuasaan di Hindia Belanda, situasi dan kondisi Kabupaten Bandung mengalami perubahan. Perubahan yang pertama kali terjadi adalah pemindahan ibukota kabupaten dari Krapyak di bagian Selatan daerah Bandung ke Kota Bandung yang ter;etak di bagian tengah wilayah kabupaten tersebut.
Antara Januari 1800 sampai akhir Desember 1807 di Nusantara umumnya dan di Pulau Jawa khususnya, terjadi vakum kekuasaan asing (penjajah), karena walaupun Gubernur Jenderal Kompeni masih ada, tetapi ia sudah tidak memiliki kekuasaan. Bagi para bupati, selama vakum kekuasaan itu berarti hilangnya beban berupa kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi bagi kepentingan penguasa asing (penjajah). Dengan demikian, mereka dapat mencurahkan perhatian bagi kepentingan pemerintahan daerah masing-masing. Hal ini kiranya terjadi pula di Kabupaten Bandung.
Menurut naskah Sadjarah Bandung, pada tahun 1809 Bupati Bandung Wiranatakusumah II beserta sejumlah rakyatnya pindah dari Karapyak ke daerah sebelah Utara dari lahan bakal ibukota. Pada waktu itu lahan bakal Kota Bandung masih berupa hutan, tetapi di sebelah utaranya sudah ada pemukiman, yaitu Kampung Cikapundung Kolot, Kampung Cikalintu, dan Kampung Bogor. Menurut naskah tersebut, Bupati R.A. Wiranatakusumah II pindah ke Kota Bandung setelah ia menetap di tempat tinggal sementara selama dua setengah tahun.
Semula bupati tinggal di Cikalintu (daerah Cipaganti) kemudian ia pindah Balubur Hilir. Ketika Deandels meresmikan pembangunan jembatan Cikapundung (jembatan di Jl. Asia Afrika dekat Gedung PLN sekarang), Bupati Bandung berada disana. Deandels bersama Bupati melewati jembatan itu kemudian mereka berjalan ke arah timur sampai disuatu tempat (depan Kantor Dinas PU Jl. Asia Afrika sekarang). Di tempat itu deandels menancapkan tongkat seraya berkata: "Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!" (Usahakan, bila aku datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun!". Rupanya Deandels menghendaki pusat kota Bandung dibangun di tempat itu.
Sebagai tindak lanjut dari ucapannya itu, Deandels meminta Bupati Bandung dan Parakanmuncang untuk memindahkan ibukota kabupaten masing-masing ke dekat Jalan Raya Pos. Permintaan Deandels itu disampaikan melalui surat tertanggal 25 Mei 1810.
indahnya Kabupaten Bandung ke Kota Bandung bersamaan dengan pengangkatan Raden Suria menjadi Patih Parakanmuncang. Kedua momentum tersebut dikukuhkan dengan besluit (surat keputusan) tanggal 25 September 1810. Tanggal ini juga merupakan tanggal Surat Keputusan (besluit), maka secara yuridis formal (dejure) ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Bandung.
Boleh jadi bupati mulai berkedudukan di Kota Bandung setelah di sana terlebih dahulu berdiri bangunan pendopo kabupaten. Dapat dipastikan pendopo kabupaten merupakan bangunan pertama yang dibangun untuk pusat kegiatan pemerintahan Kabupaten Bandung.
Berdasarkan data dari berbagai sumber, pembangunan Kota Bandung sepenuhnya dilakukan oleh sejumlah rakyat Bandung dibawah pimpinan Bupati R.A. Wiranatakusumah II. Oleh karena itu, dapatlah dikatakan bahwa bupati R.A. Wiranatakusumah II adalah pendiri (the founding father) kota Bandung.
Berkembangnya Kota Bandung dan letaknya yang strategis yang berada di bagian tengah Priangan, telah mendorong timbulnya gagasan Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1856 untuk memindahkan Ibukota Keresiden priangan dari Cianjur ke Bandung. Gagasan tersebut karena berbagai hal baru direalisasikan pada tahun 1864. Berdasarkan Besluit Gubernur Jenderal tanggal 7 Agustus 1864 No.18, Kota Bandung ditetapkan sebagai pusat pemerintahan Keresidenan Priangan. Dengan demikian, sejak saat itu Kota Bandung memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai Ibukota Kabupaten Bandung sekaligus sebagai ibukota Keresidenan Priangan. Pada waktu itu yang menjadi Bupati Bandung adalah R.A. Wiranatakusumah IV (1846-1874).
Sejalan dengan perkembangan fungsinya, di Kota Bandung dibangun gedung keresidenan di daerah Cicendo (sekarang menjadi Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat) dan sebuah hotel pemerintah. Gedung keresidenan selesai dibangun tahun 1867.
Perkembangan Kota Bandung terjadi setelah beroperasi transportasi kereta api dari dan ke kota Bandung sejak tahun 1884. Karena Kota Bandung berfungsi sebagai pusat kegiatan transportasi kereta api "Lin Barat", maka telah mendorong berkembangnya kehidupan di Kota Bandung dengan meningkatnya penduduk dari tahun ke tahun.
Di penghujung abad ke-19, penduduk golongan Eropa jumlahnya sudah mencapai ribuan orang dan menuntut adanya lembaga otonom yang dapat mengurus kepentingan mereka. Sementara itu pemerintah pusat menyadari kegagalan pelaksanaan sistem pemerintahan sentralistis berikut dampaknya. Karenanya, pemerintah sampai pada kebijakan untuk mengganti sistem pemerintahan dengan sistem desentralisasi, bukan hanya desentralisasi dalam bidang keuangan, tetapi juga desentralisasi dalam pemberian hak otonomi bidang pemerintahan (zelfbestuur)
Dalam hal ini, pemerintah Kabupaten Bandung di bawah pimpinan Bupati RAA Martanagara (1893-1918) menyambut baik gagasan pemerintah kolonial tersebut. Berlangsungnya pemerintahan otonomi di Kota Bandung, berarti pemerintah kabupaten mendapat dana budget khusus dari pemerintah kolonial yang sebelumnya tidak pernah ada.
Berdasarkan Undang-undang Desentralisasi (Decentralisatiewet) yang dikeluarkan tahun 1903 dan Surat Keputusan tentang desentralisasi (Decentralisasi Besluit) serta Ordonansi Dewan Lokal (Locale Raden Ordonantie) sejak tanggal 1 April 1906 ditetapkan sebagai gemeente (kotapraja) yang berpemerintahan otonomom. Ketetapan itu semakin memperkuat fungsi Kota Bandung sebagai pusat pemerintahan, terutama pemerintahan Kolonial Belanda di Kota Bandung. Semula Gemeente Bandung
Dipimpin oleh Asisten Residen priangan selaku Ketua Dewan Kota (Gemeenteraad), tetapi sejak tahun 1913 gemeente dipimpin oleh burgemeester (walikota).
Oleh: A. Sobana Hardjasaputra


Read more: http://bandung.blogspot.com/2008/05/sejarah-bandung.html#ixzz1QfNSbJ00

Simbol-simbol Artefak Budaya Sunda: Tafsir-tafsir pantun Sunda

Jacob Sumardjo seorang Jawa menafsirkan pantun Sunda? Sebenarnya tidak harus menjadi aneh, karena ada juga peneliti berkebangsaan Belanda, Jepang, atau Amerika yang meneliti kebudayaan Sunda. Dengan demikian kita akan mengetahui bagaimana orang luar memandang kebudayaan Sunda tanpa pretensi apa-apa. Beliau telah lebih dari 40 tahun hidup di tatar Sunda, latar belakangnya sebagai seorang Jawa dan khazanah keilmuannya terutama kebudayaan sangat berguna ketika menerangkan gejala budaya Sunda ketika berada pada tataran yang sama dengan kebudayaan lain.
Penulis buku menggunakan pendekatan hermeneutik dalam mengkaji pantun. Sementara melepaskan diri dari nilai-nilai kini dan memasuki dunia pantun dengan tata nilai masyarakat yang menghasilkannya. Penulis mengaku belum pernah menonton pertunjukan pantun. Beliau hanya membaca cerita pantun dan transkripsi pantun terutama yang telah dikerjakan oleh Ajip Rosidi (1970). Diakuinya vokal juru pantun dan petikan kecapi pengiringnya akan membantu memperoleh makna pantun. Meskipun telaah hanya pada struktur pantun tetapi tidak mengurangi bobot buku ini. Dengan rendah hati Jacob menyebutkan bukunya lebih merupakan esai dari pada kajian ilmiah.
Pantun merupakan seni pertunjukan teater tutur. Teater tutur di Indonesia tersebar seperti kentrung di Jawa Timur, jemblung di Banyumas, warahan di Lampung, dingdong di Gayo, sinrili di Sulawase Selatan, bakaba di Minangkabau dan lain-lain. Pantun dipertunjukan oleh seorang pencerita dan diiringi oleh instrumen musik tradisional suku.
Di Jawa Barat dan Banten juru pantun melantunkan sebuah kisah dengan diiringi instrumen musik kecapi. Umumnya pertunjukan pantun pada malam hari “di luar waktu” manusia (kegiatan manusia sehari-hari), yaitu “waktu suci”. Pertunjukan pantun terutama ditujukan untuk ruatan (upacara keselamatan). Hingga tahun 1950-an pantun masih sering dipertunjukan. Tetapi menjelang tahun 1970-an sudah jarang dipentaskan, sehingga banyak budayawan yang berusaha merekam dan mentranskripsi pantun-pantun. Juru pantun sudah sangat langka, karena generasi berikutnya sudah tidak tertarik.
Menurut arkeolog alm. Ayat Rohaedi, dalam naskah Sanghyang Siksa: Kanda ng Karesyan (1518) terdapat empat buah cerita pantun yaitu Siliwangi, Haturwangi, Banyakcitra, dan Langga-larang. Jadi sekitar tahun 1400 pantun ini sudah dikenal masyarakat Sunda. Dalam perjalanannya pantun mendapat pengaruh Hindu-Budha, dan Islam. Dalam rajah (doa atau mantra) misalnya terdapat alamat-alamat dunia atas seperti dewata dan pohaci (pantun Lutung Kasarung), batara-batari, dewa, dan Batara Guru (naskah Mundinglaya), nama-nama Allah, Nabi Muhammad, Rasul (naskah Sulanjana-Sri Sadana). Pengucapan ahung (aslinya aum) bisa sampai 40 kali, kadang diganti dengan astagfirullah aladzim empat kali. Ini menunjukan bagaimana pengaruh-pengaruh agama dalam seni pantun.
Buku ini meskipun sebagian isinya adalah esai-esai yang pernah dipublikasikan di media cetak, namun diramu kembali cukup apik. Tentunya tidak dapat dihindarkan adanya pengulangan. Buku ini dimulai dengan tulisan mengenai Pertunjukan Pantun dan Latar Belakang Sejarah Budaya Pantun. Layaknya sebuah kajian ilmiah Bab Empat disajikan Pandangan Dasar. Bab Lima menyajikan Tafsir Kosmologi Pantun yang ditarik dari beberapa pantun seperti Mundinglaya Di Kusumah, Ciung wanara, Nyai Sumur Bandung, Panggung Karaton, Lutung leutik, Kuda Wangi, Kidang Panandri, Gajah Lumantung, Lutung Kasarung, dan Sri Sadana.
Bab Enam berupa Tafsir Budaya Pantun. Penulis menarik maksud-maksud dari siloka pantun dengan piawai, apalagi beliau adalah dosen mata kuliah kebudayaan. Saya sering pula menemukan tulisan beliau mengenai sastra dan teater. Apa saja yang dijelaskan? Antara lain Sang Hyang Tunggal, Guriang Tunggal, Sunan Ambu, Pohaci, Lengser, Asas Tritangtu, Asas Dalam-Luar Budaya Sunda, Arketip kepemimpinan Sunda, kosmologi rumah Sunda, keraton Sunda dalam pantun, perempuan dalam masyarakat Sunda lama, dan kuburan kosong di Pasundan.
Jika Anda sama seperti saya yang orang Sunda, tetapi tidak tahu apa arti dan bagaimana menjadi orang Sunda namun ingin tahu kesundaan pasti akan tertarik dengan bab-bab di atas. Bagaimana kalau Anda meneruskan bacaannya ke Bab Tujuh? Judul bab ini adalah Membaca Budaya Primordial Sunda. Bab ini dibagi ke dalam bahasan mengenai topografi Sunda, habitat dan budaya, pola kampung dan rumah, religiositas Sunda, Sunda dan Islam, humor Sunda, akar budaya, dan alam pikiran mistis-spiritual.
Dalam pantun ditemukan pola tetap yang merupakan asas primordial Sunda yaitu tritangtu. Segala sesuatu terdiri dari dua kutub yang berlawanan dan berpotensi konflik, tetapi juga komplementer, saling melengkapi dan saling membutuhkan. Yang ketiga merupakan hasil perkawinan kedua kutub. Contoh “lelaki” dan “perempuan” perkawinannya menghasilkan “anak”. Perkawinan Dunia Atas (Buana Nyungcung) dan Dunia Bawah (Buana Larang) menghasilkan Dunia Tengah (Buana Panca Tengah). Asas yang sama juga ditemukan dalam masyarakat Batak dalihan na tolu, dan di Minang tigo sajarangan.
Artefak berupa peninggalan arkeologi secara fisik di Jawa bagian barat sangat minim sekali. Maka pantun Sunda dapat menjadi artefak budaya Sunda. Melalui dekonstruksi pantun kita berusaha menggali dan memahami akar budaya. Nilai-nilai mana yang harus ditinggalkan dan nilai-nilai mana yang patut dipertahankan kemudian ditransformasikan. Masyarakat di Nusantara mempunyai akar budaya yang berbeda di wilayahnya masing-masing dan semua ini harus bersatu. Dan persatuan itu adalah perkawinan nilai-nilai. Sama saja seperti pada Kebudayaan Barat apabila sudah berbicara falsafah hidup mereka akan meghadirkan kembali pemikiran-pemikiran Aristoteles, Socrates, Plato, dll yang hidup Sebelum Masehi. “Kita tidak dapat membangun masa depan tanpa mempertimbangkan akar. Karena akar itulah kekuatan kita. Hidup tanpa akar akan tumbang”. Demikian Jacob Sumardjo menutup bukunya.
Bagi saya buku ini adalah menggali kembali akar budaya Sunda melalui struktur pantun dan memberitahukan kepada generasi saya nilai-nilai apa yang terkandung di dalamnya. Agar transformasi nilai-nilai terjadi harus diupayakan penerbitan buku-buku semacam ini. Naskah-naskah yang tersimpan dalam lontar, janganlah hanya menjadi obyek kajian ilmiah semata bagi peneliti dan menyimpannya dalam rak-rak penelitian tanpa seluas-luasnya ditransformasikan kepada masyarakat pemilik kebudayaan. Sayang buku setebal ini tidak dilengkapi indeks.


Sumber: http://id.shvoong.com/books/1810556-simbol-simbol-artefak-budaya-sunda/#ixzz1QfMrsYMs
Link yang relevan : http://akubacabuku.blogspot.com

Watak Budaya Sunda

Sunda berasal dari kata Su = Bagus/ Baik, segala sesuatu yang mengandung unsur kebaikan, orang Sunda diyakini memiliki etos/ watak/ karakter Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Watak / karakter Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (pandai/ cerdas) yang sudah dijalankan sejak jaman Salaka Nagara sampai ke Pakuan Pajajaran, telah membawa kemakmuran dan kesejahteraan lebih dari 1000 tahun.

Sunda merupakan kebudayaan masyarakat yang tinggal di wilayah barat pulau Jawa namun dengan berjalannya waktu telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Sebagai suatu suku, bangsa Sunda merupakan cikal bakal berdirinya peradaban di Nusantara, di mulai dengan berdirinya kerajaan tertua di Indonesia, yakni Kerajaan Salakanagara dan Tarumanegara. Bahkan menurut Stephen Openheimer dalam bukunya berjudul Sundaland, Tatar Sunda/ Paparan Sunda (Sundaland) merupakan pusat peradaban di dunia. Sejak dari awal hingga kini, budaya Sunda terbentuk sebagai satu budaya luhur di Indonesia. Namun, modernisasi dan masuknya budaya luar lambat laun mengikis keluhuran budaya Sunda, yang membentuk etos dan watak manusia Sunda.

Makna kata Sunda sangat luhur, yakni cahaya, cemerlang, putih, atau bersih. Makna kata Sunda itu tidak hanya ditampilkan dalam penampilan, tapi juga didalami dalam hati. Karena itu, orang Sunda yang 'nyunda' perlu memiliki hati yang luhur pula. Itulah yang perlu dipahami bila mencintai, sekaligus bangga terhadap budaya Sunda yang dimilikinya.

Setiap bangsa memiliki etos, kultur, dan budaya yang berbeda. Namun tidaklah heran jika ada bangsa yang berhasrat menanamkan etos budayanya kepada bangsa lain. Karena beranggapan, bahwa etos dan kultur budaya memiliki kelebihan. Kecenderungan ini terlihat pada etos dan kultur budaya bangsa kita, karena dalam beberapa dekade telah terimbas oleh budaya bangsa lain. Arus modernisasi menggempur budaya nasional yang menjadi jati diri bangsa. Budaya nasional kini terlihat sangat kuno, bahkan ada generasi muda yang malu mempelajarinya. Kemampuan menguasai kesenian tradisional dianggap tak bermanfaat. Rasa bangsa kian terkikis, karena budaya bangsa lain lebih terlihat menyilaukan. Kondisi memprihatinkan ini juga terjadi pada budaya Sunda, sehingga orang Sunda kehilangan jati dirinya.

Untuk menghadapi keterpurukan kebudayaan Sunda, ada baiknya kita melangkah ke belakang dulu. Mempelajari, dan mengumpulkan pasir mutiara yang berserakan selama ini. Banyak petuah bijak dan khazanah ucapan nenek moyang jadi berkarat, akibat tidak pernah tersentuh pemiliknya. Hal ini disebabkan keengganan untuk mempelajari dengan seksama, bahkan mereka beranggapan ketinggalan zaman. Bila dipelajari, sebenarnya pancaran etika moral Sunda memiliki khazanah hikmah yang luar biasa. Hal itu terproyeksikan lewat tradisinya. Karena itu, marilah kita kenali kembali, dan menguak beberapa butir peninggalan nenek moyang Sunda yang hampir.



Ada beberapa etos atau watak dalam budaya Sunda tentang satu jalan menuju keutamaan hidup. Selain itu, etos dan watak Sunda juga dapat menjadi bekal keselamatan dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Etos dan watak Sunda itu ada lima, yakni cageur, bageur, bener, singer, dan pinter yang sudah lahir sekitar jaman Salakanagara dan Tarumanagara. Ada bentuk lain ucapan sesepuh Sunda yang lahir pada abad tersebut. Lima kata itu diyakini mampu menghadapi keterpurukan akibat penjajahan pada zaman itu. Coba kita resapi pelita kehidupan lewat lima kata itu. Semua ini sebagai dasar utama urang Sunda yang hidupnya harus 'nyunda', termasuk para pemimpin bangsa.


Cara meresapinya dengan memahami artinya. Cageur, yakni harus sehat jasmani dan rohani, sehat berpikir, sehat berpendapat, sehat lahir dan batin, sehat moral, sehat berbuat dan bertindak, sehat berprasangka atau menjauhkan sifat suudzonisme. Bageur yaitu baik hati, sayang kepada sesama, banyak memberi pendapat dan kaidah moril terpuji ataupun materi, tidak pelit, tidak emosional, baik hati, penolong dan ikhlas menjalankan serta mengamalkan, bukan hanya dibaca atau diucapkan saja. Bener yaitu tidak bohong, tidak asal-asalan dalam mengerjakan tugas pekerjaan, amanah, lurus menjalankan agama, benar dalam memimpin, berdagang, tidak memalsu atau mengurangi timbangan, dan tidak merusak alam. Singer, yaitu penuh mawas diri bukan was-was, mengerti pada setiap tugas, mendahulukan orang lain sebelum pribadi, pandai menghargai pendapat yang lain, penuh kasih sayang, tidak cepat marah jika dikritik tetapi diresapi makna esensinya. Pinter, yaitu pandai ilmu dunia dan akhirat, mengerti ilmu agama sampai ke dasarnya, luas jangkauan ilmu dunia dan akhirat walau berbeda keyakinan, pandai menyesuaikan diri dengan sesama, pandai mengemukakan dan membereskan masalah pelik dengan bijaksana, dan tidak merasa pintar sendiri sambil menyudutkan orang lain.

Link : http://www.kasundaan.org
Sumber: Bapak Eman Sulaeman, Yayasan Hanjuang Bodas, Bogor.